Nice Homework #1 Matrikulasi Institut Ibu Profesional: Adab Menuntut Ilmu

 Alhamdulillah, setelah perjuangan mengumpulkan segala uang yang kami punya di dompet dan di rekening, proses lobi yang sedikit alot dengan suami, akhirnya saya resmi mendapatkan golden ticket untuk menuntut ilmu menjadi IBU PROFESIONAL. Yeaaay! 

Golden ticket ke mana, emang?
Ya, cuma duduk manis di rumah menghadap layar handphone dan laptop, sih sebenarnya. Tapi, ilmu selama 9 minggu yang menggiurkan itu, lho, yang kagak nahan. Program yang saya ikuti ini bernama program Matrikulasi Ibu Profesional batch #2. 

 

Apa itu program matrikulasi?

Menurut KBBI, kata ‘matrikulasi’ adalah:

matrikulasi/mat·ri·ku·la·si/ n hal terdaftarnya seseorang di perguruan tinggi 

Jadi ceritanya, saya baru mendaftar di kampusnya ibu dan calon ibu pembelajar. Namanya INSTITUT IBU PROFESIONAL besutan ibu Septi Peni Wulandani asal Salatiga. Oleh karena itu, untuk menyetarakan pengetahuan dan persepsi, butuh matrikulasi, dong. 

“Adalah program kuliah para ibu dan calon ibu yang ingin maupun yang sudah lama bergabung di komunitas Ibu Profesional, agar memiliki kesamaan kompetensi ilmu-ilmu dasar tentang bagaimana menjalankan peran sebagai perempuan, sebagai istri dan sebagai ibu dengan sungguh-sungguh (Profesional) serta bisa memahami kultur komunitas. Program Matrikulasi ini adalah prasyarat wajib yang harus dilalui oleh para ibu dan calon ibu yang ingin bergabung di Komunitas Ibu Profesional.”

 

 

Kalau gabung sekarang, boleh ga?
Yah, sudah terlambat, Moms. Mungkin bisa menyeruput ilmu dari 4 buku Ibu Profesional atau ikut komunitas kotanya dulu, ya. Mudah-mudahan segera dibuka batch 3, deh setelah yang ke-2 selesai. 

Waktu saya daftar, sih, begini tulisannya:

Calon peserta program silakan melengkapi form di bawah ini, sesuaikan dengan kota domisili anda masing-masing, pendaftaran dibuka mulai tanggal 6-13 Oktober 2016.

Pendaftaran kelas matrikulasi Ibu Profesional melalui cabang-cabang Ibu Profesional di kota terdekat. Waktu itu saya lihat, ada banyak banget daftar kota dan negara yang menjadi titik-titik tumbuhnya komunitas IIP regional.

 

Kalau masih jomblo boleh ikut, gak? Nanti krik…krik…

Boleh banget! Ini siapa saja yang boleh belajar di sini:

  • Semua Ibu dan calon ibu dari beragam suku, ras dan agama yang ingin bergabung di komunitas Ibu Profesional
  • Semua ibu dan calon ibu yang sudah masuk grup WA Ibu Profesional dan ingin menjadi member tetap Ibu Profesional
  • Semua Ibu dan calon ibu yang aktif di rumah belajar, passion club, Kelompok minat IIP dan ingin menjadi member tetap Ibu Profesional.

 

Mempersiapkan keluarga yang super, harus sejak jomblo, dong. Jadi, belajarlah sedini mungkin. Biar nanti kalau udah ketemu calon yang baik dan cocok, langsung nikah aja, praktekkan semua ilmu yang sudah dipunyai. Asyik, kan?

 

Kapan mulainya?

Batch #2

  1. Pendaftaran secara resmi dibuka tanggal 6-13 Oktober 2016
  2. Pembuatan grup kelas, 14 Oktober 2016
  3. Program Matrikulasi dimulai tanggal 17 Oktober 2016, jam 20.00-21.00 WIB

iip2

 

Wah, menarik banget, sih. Jadi ibu aja ada sekolahnya, ya?

Iya, Moms. Mau jadi dokter profesional aja sekolahnya bertahun-tahun, masa’ jadi ibu ga ada sekolahnya? 

Ini dia materi matrikulasinya:

Prolog : Adab Menuntut Ilmu ( Senin, 17 Oktober 2016)

#1 [Overview Ibu Profesional] Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga (Senin, 24 Oktober 2016)

#2 [Bunda Sayang] Membangun Peradaban dari dalam Rumah (Senin, 31 Oktober 2016)

#3 [Bunda Sayang] Mendidik dengan Fitrah, berbasis Hati Nurani (Senin, 7 November 2016)

#4 [Bunda Cekatan] Ibu Manajer Keluarga (Senin, 14 November 2016)

#5 [Bunda Cekatan] Belajar Bagaimana Caranya Belajar (Senin, 21 November 2016)

#6 [Bunda Produktif] Rejeki itu Pasti, Kemuliaan harus dicari (Senin, 28 November 2016)

#7 [Bunda Produktif] Menemukan misi spesifik hidup (Senin, 5 Desember 2016)

#8 [Bunda Shaleha] Ibu sebagai Agen Perubahan (Senin, 12 Desember 2016)

Pengumuman Kelulusan tanggal 22 Desember 2016

***
Materi:
Apa sih yang kalian pikirkan tentang menuntut ilmu? Duduk belajar di depan guru, lalu mendengarkannya begitu saja? Hmm… nice answer, tapi belum tepat, Moms. Sebagai ibu pembelajar yang tak pernah lelah menuntut ilmu di mana saja, kapan saja, dari siapa saja, kita harus benar-benar menguasai materi ini, lho! Materi apa, sih? ADAB MENUNTUT ILMU.
Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
 
 
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.
 
 
Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU. ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya
 
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.
 
 
Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?
 
 
Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan
 
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya
 
 

ADAB PADA DIRI SENDIRI

 
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk
 
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati. Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.
 
b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.
 
c. Menghindari sikap yang “merasa” sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.
 
d. Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.
 
e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.

 

 

ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)

 
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.
 
b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.
 
c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.
 
 

ADAB TERHADAP SUMBER ILMU

 
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.
 
b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.
 
c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.
 
d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.
 
e. Dalam dunia online, harus menerapkan “sceptical thinking” dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
 
Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.
***
Ada pepatah berkata, “Ikatlah ilmu dengan tulisan.”. Tim Matrikulasi Ibu Profesional memberikan nice homework tentunya agar kita semakin mudah mengingat materi dan mudah mengamalkannya. 
Alhamdulillah, akhirnya saya bisa mengumpulkan tugas perdana di matrikulasi IIP batch 2 ini di mobil saat perjalanan menuju arisan keluarga. Fiuuuh. 
***
 

Nice Homework #1 Matrikulasi Sesi 1 Institut Ibu Profesional Surabaya batch 2

Oleh: Adiar Ersti Mardisiwi


Tanggal: 23 Oktober 2016


 

Nice Homework:


1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini. Saya sangat ingin menekuni jurusan ilmu 2S: Sabar dan Syukur dalam universitas kehidupan. 



2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut? Saya merasa menjadi orang yang paling tidak sabar dan paling kurang bersyukur. Saya ingin mengubah hidup saya menjadi lebih barokah dan bahagia. Saya termotivasi untuk mempelajari ilmu sabar dan syukur karena membaca hadits-hadits dan ayat berikut:


Dari Shuhaib bin Sinan radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له

“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya”[1].



“Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan, dia bersabar. (HR.Ahmad)

”

“Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah berdoa. (HR.Ath-Thabrani)

Abdullah bin Mas’ud berkata: “Iman itu terbagi menjadi dua bagian; sebagiannya (adalah) sabar dan sebagian (lainnya adalah) syukur”[2].”



“Allah memuji secara khusus hamba-hamba-Nya yang memiliki dua sifat ini sebagai orang-orang yang bisa mengambil pelajaran ketika menyaksikan tanda-tanda kemahakuasaan Allah. Allah berfirman:

إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kemehakuasaan Allah) bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur” (QS Luqmaan: 31).
”

“Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan pada seorang hamba yang lebih luas baginya dari pada sabar. (HR.Al-Hakim)”



“Ya Nabi, berilah aku wasiat” Rasullalah bersabda, “Jangan marah!” ditanya berulang kali dan tetap dijawab, “Jangan marah!” HR.Bukhari)



“Sesungguhnya yang berkecukupan adalah orang yang hatinya selalu merasa cukup, dan orang fakir adalah orang yang hatinya selalu rakus. (HR. Ibnu Hibban)

”

Seorang hamba yang sempurna imannya akan selalu bersyukur kepada Allah ketika senang dan bersabar ketika susah, maka dalam semua keadaan dia senantiasa ridha kepada Allah.



3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

Strategi: 1) Jika ada masalah, selalu berusaha positive thinking bahwa ada yang maksud baik yang akan Allah berikan kepada saya. 2) Merefleksikan pelajaran baik apa yang kira-kira Allah ingin tunjukkan dan ajarkan kepada saya. 3) Menahan emosi. 4) Berdoa kepada Allah agar senantiasa diberi kesabaran dan rasa syukur terhadap semua hal. 5) Mengambil hikmah atau pelajaran dari setiap kejadian. 6) Berusaha bersabar dan bersyukur dengan setiap keadaan. 7) Bersabar dengan hal yang tidak disenangi. Bersyukur dengan apa yang dipunyai dan diberikan Allah. 


“Rukun sabar ada tiga yaitu: menahan diri dari sikap murka terhadap segala ketentuan Allah, menahan lisan dari keluh kesah, dan menahan anggota badan dari perbuatan yang dilarang (Allah), seperti menampar wajah (ketika terjadi musibah), merobek pakaian, memotong rambut dan sebagainya[3]. Rukun syukur juga ada tiga: mengakui dalam hati bahwa semua nikmat itu dari Allah Ta’ala, menyebut-nyebut semua nikmat tersebut secara lahir (dengan memuji Allah dan memperlihatkan bekas-bekas nikmat tersebut dalm rangkan mensyukurinya), menggunakan nikmat tersebut di jalan yang diridhai Allah[4].”

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut? Ada 4 jenis orang yang menerima hidayah: 


hidayah

Berkaitan dengan gambar di atas, saya menjadi tahu bahwa ilmu/hidayah adalah cahaya yang dimasukkan kepada Allah ke dalam diri kita. Jadi kita harus menjadi orang yang ikhlas dalam menuntut ilmu agar semua yang disampaikan bisa diserap dengan baik. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, ada beberapa hal yang ingin saya ubah terhadap adab saya selama ini:

  • Tidak sombong/takabur saat melakukan sesuatu. من تعلم العلم ليباهي به العلماء، أو ليجاري به السفهاء، أو ليصرف به وجوه الناس إليه، فهو في النار
    
‘Barangsiapa yang menuntut ilmu dengan maksud untuk membanggakan diri di hadapan ulama atau untuk mendebat orang-orang  bodoh, atau agar dengan ilmunya tersebut semua manusia memberikan perhatian kepadanya, maka dia di neraka.’ [HR. Ibnu Majah dalam Al Muqoddimah (253)] https://muslimah.or.id/3785-untukmu-wahai-penuntut-ilmu.html
  • “Mengosongkan gelas” sehingga ilmu atau hidayah bisa masuk dengan baik.
  • Menuntut ilmu sabar dan syukur untuk pasti diamalkan agar bermanfaat.
  • Mencantumkan sumber ilmu.



Daftar Pustaka:

https://muslim.or.id/20127-bersyukur-ketika-senang-dan-bersabar-ketika-mendapat-bencana.html

[1] HSR Muslim (no. 2999).


[2] Dinukil oleh imam Ibnul Qayyim dalam kitab “’Uddatush shaabiriin” (hal. 88).


[3] Lihat keterangan imam Ibnul Qayyim dalam kitab “al-Waabilish shayyib” (hal. 11).


[4] Ibid.

“Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia.”
    


Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: