Olahraga Ringan saat Hamil

Saya kira, dulu ibu hamil (bumil) tidak boleh banyak gerak karena nanti akan capek dan berbahaya bagi bayi. Eh, ternyata bumil malah disuruh bergerak ringan agar memudahkan persalinan dan menyegarkan badan, lho. Apa saja sih sebenarnya olahraga dalam taraf yang masih boleh dilakukan bumil?

Jalan Kaki

Semua pasti sudah tahu tentang olahraga ini. Olahraga murah dan tanpa biaya! Tapi jangan capek-capek juga ya, Moms. Cukup 30 menit sehari.

Renang

Dari http://www.babycentre.co.uk, renang dikatakan dapat membantu sirkulasi darah, meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru, menguatkan otot, membakar kalori untuk mengatur kenaikan berat badan, membuat kita tidur lebih nyaman, serta meringankan nyeri.

Selama di Mesir, saya juga mencoba renang saat masih hamil muda, dan saat udara masih panas, minim angin. Di Mesir, mulai bulan Desember adalah musim dingin, jadi setelah bulan itu saya tidak berani renang lagi :))

Alhamdulillah kolam renang yang saya pakai adalah kolam renang milik El Gouna International School. Masuknya gratis, kok. Saya juga curi-curi waktu, katanya setiap hari Jumat khusus untuk wanita mulai jam 9-12 pagi saja.

Dikutip dari http://www.ayahbunda.co.id, berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan jika ingin berenang:
  • Berenanglah dengan santai, jangan membuat gerakan yang menyentak. Jika lelah, coba mengapungdan relaks.
  • Pilih pakaian renang yang nyaman, yang tidak menekan perut.
  • Suhu air tidak terlalu dingin atau panas.
  • Waktu berenang antara 20 – 30 menit. Jangan lebih lama, karena dapat meningkatkan suhu dalam kandungan.
  • Agar tidak terpeleset, gunakan sepatu atau alas kaki anti-slip (aqua shoes).
  • Jika tidak bisa berenang, jalan-jalanlah di kolam renang berair dangkal. Atau, pegang satu sisi pinggir kolam renang, lalu lakukan gerakan menendang secara perlahan. Tangan bisa membuat gerakan bentuk lingkaran besar.
  • Jika sebelumnya jarang berenang, mulailah 5 – 10 menit. Secara bertahap tambah 1 – 2 menit setiap minggu. Lakukan 2 – 3 kali seminggu.

Menurut dr. Michael Triangto, SpKO, berenang bisa dilakukan sejak kehamilan trimester pertama sampai ketiga, namun sebaiknya lebih hati-hati saat kandungan menginjak 7 bulan atau lebih. Di usia ini, keseimbangan ibu hamil sudah berkurang sehingga risiko terjatuh atau terpeleset lebih besar.

Swimming at El Gouna
Suasana kolam renang di El Gouna International School

Sedangkan menurut hamil.co.id, berikut ini tips renang aman selama kehamilan:

  • Lakukan gerakan renang yang perlahan, lembut supaya rahim tidak tergoncang. Goncangan yang hebat dapat menyebabkan pendarahan dan penyebab keguguran kehamilan.
  • Supaya tehindar dari dehidrasi, upayakan minum segelas air putih sebelum berenang, minum setiap 20 menit sekali selama berebang serta minum setelah renang.
  • Berenang pada pagi hari untuk menghindari dehidrasi sekaligus dapat mengurangi rasa mual akibat hamil.
  • Lakukan renang dengan waktu yang tidak terlalu lama, karena berenang terlalu lama akan meningkatkan suhu tubuh ibu hamil yang akan berimbas pada gangguan janin.
  • Gunakan sandal renang anti slip supaya ibu hamil terhindar dari terpleset di kolam renag.
  • Berhenti berenang saat ibu hamil mulai merasa kelelahan.
  • Memastikan kolam renang yang akan didatangi higenis dan dibersihkan secara berkala.

Prenatal Exercise

Ini adalah beberapa macam gerakan sederhana yang bisa kita lakukan. Lumayan, badan jadi segar, tapi kita juga tidak terlalu capek. Ada beberapa macam gerakan seperti pelvic floor, wall slide squat, knee extenstion, walking lunge, step ups, tailor sitting, wall press, neck rotation, outer thight lift, dan chest muscle exercise.

Prenatal-exercise

Dan inilah daftar olahraga yang tidak disarankan menurut http://www.nhs.uk:

  • don’t lie flat on your back, particularly after 16 weeks, because the weight of your bump presses on the main blood vessel bringing blood back to your heart and this can make you feel faint
  • don’t take part in contact sports where there’s a risk of being hit, such as kickboxing, judo or squash
  • don’t go scuba diving, because the baby has no protection against decompression sickness and gas embolism (gas bubbles in the bloodstream)
  • don’t exercise at heights over 2,500m above sea level until you have acclimatised: this is because you and your baby are at risk of altitude sickness

 

Keep moving, Moms! Healthy mommy, healthy baby!

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: