Pentingnya Berkisah Pada Anak, Bukan Mendongeng

Setelah menggali ilmu lebih dalam lagi, saya pun mulai tersadar bahwa cara mendongeng itu bukan yang terbaik. Kita bisa mulai mengenalkan anak sekaligus menyemai fitrah keimanannya dengan cara berkisah, sesuai apa yang disebutkan di AlQuran. Saya dapat ilmu tentang ini dari jurukisahppmi.org dan abanaonline.com. 

Coba kita ingat, sepertiga isi AlQuran adalah kisah. Rasulullah berdakwah 13 tahun di Mekkah saat turun ayat-ayat makkiyyah pun, berisikan ayat pondasi, alias kisah terdahulu, bukan tentang hukum-hukum syariat. Maka, di fase awal pertumbuhan anak, patut kita bacakan kisah sederhana, pendek, namun sering.

Akhirnya saya coba perlahan kembali ke kebiasaan mengisahkan cerita Rasulullah, sahabat, dan cerita Qurani lainnya daripada cerita fiktif yang belum jelas sumbernya.

Anak saya yang gaya belajarnya kinestetik-audio pun sepertinya lebih tertarik jika disajikan dengan gambar bergerak alias video. Tapi karena saya paham screen time untuk anak 1,5 tahun itu sebenarnya belum boleh, jadi saya batasi kisah yang tidak terlalu lama dan jenis animasinya tidak terlalu cepat.

Berikut kisah nabi yang saya coba perdengarkan dengan media video di Youtube Kisah Nabi Yunus AS Dilempar ke Laut dan Ditelan Ikan Paus – Kartun Anak Muslim Indonesia https://www.youtube.com/watch?v=OTf57nkxDKk

Ini channel YouTube Anak Muslim yang saya baru temukan:

Saya mulai dengan pendekatan hewan dalam AlQuran yaitu Ikan Paus. Berdasarkan teori yang saya baca, anak usia dini sangat tertarik dengan tokoh yang ada di sekitarnya, seperti hewan. 

Hanya 5:33 menit durasi kisahnya. Pendek, kan? Saya dan suami pun jadi tidak bosan dan paham kisah Nabi Yunus sebenarnya kenapa bisa ada di perut ikan paus. Hehehe. 

Ada adegan Nabi Yunus berdoa di perut ikan. Saat lihat video berdoa tersebut, anak saya pun ikut menengadahkan tangan ala berdoa. Alhamdulillah, Nak. 

Ternyata mendidik anak berarti mendidik diri sendiri, ya. Mengisahkan isi AlQuran pada anak ternyata membuat orangtua makin sadar akan kebesaran Allah. Kisah nyata yang terjadi di zaman dahulu juga lebih ngena di hati daripada dongeng princess dan superhero yang sebenarnya aduh ga tau mengajarkan moral apa.

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published.