Peran Ayah Bunda dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak – Tantangan IIP Day 5

 



Media Edukasi

 

Tanya-Jawab

Hepi

Mbak bagaimana jika anak laki-laki memiliki ketertarikan terhadap pekerjaan “perempuan” seperti memasak, membersihkan rumah, atau kegiatan servicing lain. 😁

Jawab:

=> gak hanya tugas wanita… tapi itu adalah skill of life… kemampuan dan dorongan yang sebaiknya dimiliki oleh setiap manusia untuk menjaga dan merawat apa yang dia miliki… dimana di agama juga dikatakan kebersihan sebagian dari iman

Sejauh si anak tau peran dan siapa sejatinya dia (dia paham ia lelaki) maka tidak ada yang salah.. Toh yang menjadikan Konsep memasak, membersihkan rumah,dsb itu adalah kegiatan Perempuan adalah Konstruksi sosial itu sendiri… Rasulullah saw pun menjahit dan membantu istrinya… Namun ia tetap pemimpin yang sangat lelaki 😍

beberapa anak member kelompok kami usia 11 thn juga sering bantuin di dapur, persis ayahnya dulu juga begitu waktu kecil alhamdulillah sekarang lelaki sejati. Asalkan porsinya seimbang antara kegiatan membantu ibu di dapur dan aktifitas laki2 dengan ayahnya

Jakarta – Memasak merupakan keahlian yang identik dengan perempuan. Walaupun tak jarang juga ada anak laki-laki yang pandai memasak. Nah, ketika Ibu ingin mengajari anak laki-laki memasak, bagaimana ya?

Menanggapi hal ini, psikolog anak dan keluarga, Gisella Tani Pratiwi MPsi mengatakan wajar saja anak laki-laki maupun perempuan dikenalkan dengan peran sosial seperti memasak. Sebab hal tersebut akan bermanfaat di kemudian hari.

“Memasak termasuk life skills yang sebaiknya dikenalkan pada setiap anak. Sebab kemungkinan suatu hari saat mandiri dia punya skills dasar. Ya nggak harus seperti chef, minimal masak lauk sederhana aja,” ucap wanita yang akrab disapa Ella kepada detikHealth baru-baru ini.

“Mereka berdua (anak laki-laki dan perempuan) memiliki kesempatan yang sama mengenal sayur, buah dan bagaimana cara memasak kok,” sambung Ella.

Ella melanjutkan, dengan mengajari anak memasak, mereka akan memiliki life skills yang baik. Kemudian anak juga akan memiliki konsep bahwa anak laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam memasak.

Namun, saat orang lain melihat anak laki-laki belajar memasak merupakan hal yang ‘aneh’, orang tua dapat menjelaskan kepada anak bahwa ketentuan setiap orang memang berbeda-beda. Orang tua juga bisa mengatakan, ‘it’s okay, mungkin orang lain nggak suka tapi kalau kamu enjoy silakan lakukan’.

http://m.detik.com/health/read/2017/04/27/103324/3485161/1301/mengajari-anak-laki-laki-memasak-wajarkah

 

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain, dan karena mereka telah memberi nafkah sebagian dari harta mereka,” (QS. An-Nisa’: 34)

SUDAH sejak lama beredar pemahaman di kalangan aktivis Islam bahwa ketika sudah menikah, maka semua bentuk pekerjaan rumah tangga merupakan kewajiban suaminya. Apa maksudnya ya? Hmmm, kita semua tahu, suami wajib mencari nafkah. Nafkah adalah segala yang dibutuhkan oleh seorang manusia, baik bersifat materi maupun bersifat ruhani. Dari segi materi, umumnya nafkah itu terdiri dari makanan, pakaian dan tempat tinggal. Maka seorang isteri berhak untuk mendapatkan nafkah itu dengan tanpa harus ada kewajiban untuk mengolah, mengelola atau mengurusnya.
https://www.islampos.com/pekerjaan-rumah-tangga-milik-istri-ataukah-suami-13784/

 

Anik
Bagaimana bila anak lelaki saya usia 5 dan 10 tahun dekatnya sama saya, sementara sama Ayahnya terasa ada jarak. Memang kami LDR an Mbak, sabtu-minggu baru bisa ketemu semua. Terima Kasih 🙏

Jawab:

Apabila masalah adalah LDM, tidak bisa tentunya dipaksakan karena waktu bersama ibu secara real lebih banyak, namun ada kalanya ketika ayah dirumah, ibu mundur sejenak untuk menguatkan peran ayah dan kebersamaannya, selain itupun sifat2 atau peranan ayah dapat direkayasa dengan memberikan peranan utama ayah sebagai pemimpin dalam kasus2 yang membutuhkan solusi. Contoh ketika anak butuh izin.. Selalu libatkan ayah… Sehingga anak lelaki tau peran ayah.. Dan akan diserapnya sebagai bekal keAyahan… Pun figur ayah tak boleh hilang mb,mungkin bisa di push dari kakek atau saudara dekat. Saat ayah bisa berkumpul usahakan quality time full time dengan keluarga, meskipun berjauhan sebisa mungkin harus ada komunikasi antar ayah anak sebagai bentuk perhatian bisa lewat video call atau telepon agar anak tetap merasa ayah dekat dengannya.

 

Emma

Bagaimana jika peran Eyang justru jadi lebih dominan ke anak-anak sehingga membuat Ayah atau Ibunya seperti kurang diikuti. Apa yang sebaiknya dilakukan oleh Ayah dan Ibunya?

Jawab:

🌻Sebagai orang tua..kuatkan dan dominankan peran kita, baik sebagai orang tua maupun sebagai anak.. Ketika bersama anak kuatkan peran sebagai orang tua dan perlu melakukan komunikasi produktif pada eyang, agar tau pola asuh yang diinginkan oleh anaknya terhadap cucunya.
Komunikasi produktif kuncinya.
🌻Libatkan eyang dalam merusmuskan “value keluarga” visi dan misi bersama, agar mereka ikut dihargai

tambahan utk mbak emma :

bagaimana agar lebih dipercaya oleh anak kita agar lebih nurut dengan orang tuanya dibanding siapapun?

bangun kedekatan secara emosional dengan anak. dan lakukan bonding yg kuat dengan anak. ada banyak orang tua yang dekat dengan anak secara fisik tapi tidak menghasilkan apapun. bagaimana caranya? sama seperti yel-yel satu timnya pak dodink & bu septi, setiap hari sediakan waktu untuk bermain bersama anak. setiap hari sediakan waktu untu bicara dengan anak yang bukan hanya sekedar bicara. setiap hari sediakan waktu untuk beraktivitas bareng anak.

 

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published.