Persiapan Menjelang Kelahiran Bayi (Bagian 2)

Hai, para newbie moms dan moms-to-be, kembali lagi dalam seri persiapan menjelang kelahiran bayi. Kali ini yang saya bahas ialah menyiapkan tempat persalinan dan menyiapkan diri untuk proses persalinan.

MENYIAPKAN TEMPAT PERSALINAN

Jika sudah memasuki usia 6 bulan kehamilan atau memasuki trimester ketiga, jangan lupa konsultasi dengan dokter tentang proses persalinan yang ibu pilih. Apakah normal atau caesar. Memang, semua wanita ingin melahirkan secara normal. Tetapi harus memperhatikan kondisi ibu dan janin. Jangan lupa pilih rumah sakit yang Pro-ASI, Pro-Inisiasi Menyusu Dini, Pro-Lahir Normal, Pro-Rooming In dan Bedding In (Rawat Gabung), dan fasilitasnya sekaligus tenaga kesehatannya baik. Hal-hal tadi sangat penting, lho, untuk kelanjutan hubungan serta keadaan ibu dan bayi. Jangan lupa survei ke beberapa rumah sakit, ya. Karena kita tidak tahu akan melahirkan di rumah sakit mana. Bisa saja, saat kita berada di tempat yang jauh, kita harus melahirkan. Karena itu, jangan lupa simpan nomor telepon penting: RS, dokter, bidan, dan sebagainya. Perhatikan juga jarak tempuhnya (ini bisa dicek di aplikasi Waze), serta tanyakan apakah Anda perlu mendaftar dulu sebelum melahirkan. 

METODE PERSALINAN MARYAM

Seperti yang sudah pernah saya bahas di artikel ini, saya mencoba menerapkan metode Persalinan Maryam selama kehamilan hingga persalinan. Penasaran? Baca bukunya, ya. Intinya Anda harus membaca surat Maryam ayat 22-26 di Al-Qur’an dan pahami artinya dengan seksama. Mengonsumsi kurma dengan teratur sangat membantu kelancaran proses persalinan, beberapa gerakan shalat juga begitu. Yang penting, ibu tidak boleh mengkhawatirkan rasa sakit, karena sebenarnya kita sedang berjuang di jalan Allah. Jika kita sampai meninggal saat melahirkan, kita akan syahid insyaAllah.

MENYIAPKAN DIRI UNTUK PROSES MELAHIRKAN

Membuat birth plan atau rencana persalinan. Tuliskan apa saja yang ibu inginkan, misalnya:

  1. Siapa yang mendampingi persalinan
  2. Mendengarkan ayat dari kitab suci
  3. Diperbolehkan makan atau minum di dalam ruangan bersalin
  4. Bayi hanya boleh minum ASI saja (bukan susu formula)
  5. Inisiasi Menyusu Dini dan Rooming-in & Bedding-in (rawat gabung ibu dan bayi)

dan masih banyak lagi. Komunikasikan semua yang ibu inginkan kepada yang akan mendampingi persalinan, serta tenaga dan fasilitas kesehatan. Saya mencoba membuat birth plan di aplikasi Trello dan menuliskannya ulang di kertas, lalu disimpan suami saya di dalam dompetnya.

Baca juga: Aplikasi Trello untuk Proses Kehamilan dan Kelahiran Bayi

Selain mental, fisik juga harus disiapkan. Beberapa contoh persiapan fisik di antaranya adalah:

  1. Menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan sehat.
  2. Olahraga ringan seperti: senam hamil dan renang.
  3. Banyak jalan kaki tapi jangan terlalu lelah
  4. Ikuti kelas senam atau yoga hamil untuk membuat tubuh lebih rileks, latihan teknik pernafasan dan mengejan untuk persalinan
  5. Memperhatikan tanda-tanda persalinan sudah dekat, seperti keluarnya lendir bercampur darah dari vagina, kontraksi yang jaraknya cukup teratur, pecahnya air ketuban. Jika ditemukan tanda-tanda di atas, segera pergi ke tempat persalinan atau hubungi dokter. Jangan lupa siapkan tas yang sudah dipacking.

Lalu bagaimana kalau tanda kelahiran tak juga muncul? Coba konsultasikan pada dokter tentang kemungkinan melahirkan dengan cara Sectio Caesarea (SC)/Operasi Caesar.

Tetap tenang, jangan panik. Walaupun orang-orang menanyakan, “Kapan lahirnya?” tetap santai dan banyak berdoa. Tuhan tahu kapan waktu yang tepat untuk mengeluarkan si jabang bayi dari perut Anda 🙂

Intinya, kehamilan dan persalinan harus dijalani serileks mungkin, se-happy mungkin, dan dukungan suami atau pendamping sangat penting bagi kelancaran semuanya. Jangan lupa banyak berdoa, rutinkan salat sunnah (bagi yang Islam), mohon ampun kepada Tuhan, serta mohon maaf kepada saudara dan kerabat. Always positive thinking, jaga pendengaran penglihatan serta pikiran ibu dari segala yang buruk. Perkaya diri dengan ilmu sebanyak-banyaknya lalu bagikan kepada yang lain. InsyaAllah seluruh proses akan lancar.

Saya mendoakan kehamilan dan persalinan Anda lancar, Moms! 🙂

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

2 Comments

  1. Lalu bagaimana kalau tanda kelahiran tak juga muncul? Coba konsultasikan pada dokter tentang kemungkinan melahirkan dengan cara Sectio Caesarea (SC)/Operasi Caesar. -> Coba induksi dulu kalau memang memungkinkan untuk persalinan normal 😀

  2. Hai Mbak Ersti, perkenalkan saya Isma, kontributor dari Tabloid Nakita. Kebetulan saya sedang menulis artikel tentang Birth Plan/Rencana Persalinan untuk Nakita dan membutuhkan testimoni Ibu yang sudah pernah membuat serta menjalankan Birth Plan. Apakah Mbak Ariny bersedia memberikan testimonis seputar pengalaman Mbak menggunakan BIrth Plan? Bila Mbak bersedia, boleh hubungi saja di anggi.isma@gmail.com, terima kasih untuk perhatiannya ya 🙂

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: