Persiapan Menjelang Kelahiran Bayi

Hai, para newbie moms dan moms-to-be, kali ini saya akan memandu apa saja yang harus dipersiapkan menjelang kelahiran bayi. Panduan ini saya dapatkan dari berbagai sumber yang saya rangkum menjadi satu.

Berikut ini sudah saya pisahkan untuk ibu, bayi, dan ayahnya. Barang-barang ini sebaiknya disiapkan sejak usia kehamilan 5-6 bulan. Karena di sinilah masa paling merdeka (biasanya) untuk calon ibu. Merdeka berarti keluhan kehamilan muda sudah hilang, badan mulai enak diajak jalan-jalan, jadi bisa belanja di toko bayi dengan enak, deh. 

Beberapa barang yang diperlukan dimasukkan ke dalam hospital/diaper bag (untuk bayi) dan koper/tas (untuk ayah ibu). Jika ada mobil, berjaga-jagalah taruh tas-tas itu di mobil agar terangkut kapan saja saat mau melahirkan.

Memang sih, ada yang bilang jangan beli barang untuk bayi sebelum bayinya usia 7 bulan. Tapi saudara sepupu saya ada lho yang melahirkan bayi di usia kehamilan 6 bulan. So, ga ada salahnya dong, mempersiapkan dari awal. Kalau mempersiapkan di trimester ketiga (7-9 bulan), badan sudah mulai gampang lelah, mood juga naik turun, dan mulai kurang tenang. Hihihi. Selamat mempersiapkan diri, ya! 

For Mom:

Persalinan:

✔ Cermin. Digunakan jika ibu menginginkan melihat proses persalinan atau keluarnya bayi dari jalan lahir. Tapi waktu itu saya sih lupa bawa cermin. Lagipula waktu melahirkan hanya full konsentrasi mengeluarkan bayinya dengan cara mengejan. Jadi sudah lupa semua. Di awal memang kelihatan sih dari mata saya, kepala bayinya keluar sedikit. Setelah itu, udah deh, ga sempat lihat lagi.

✔ Sandal jepit. Ini penting sekali! Selain sepatu cantik buat pulang, ibu harus membawa sandal jepit untuk mobilisasi ke mana-mana, khususnya ke kamar mandi. Biar ga terpeleset dan kedinginan di kamar bersalin (mostly di Rumah Sakit kan pake AC).

✔ Kacamata. Buat ibu yang minus kayak saya, jangan sampai lupa bawa kacamata atau lensa kontak, ya. Nanti gimana dong kalo ga bisa lihat muka bayinya. Tapi waktu melahirkan, kacamatanya saya taruh di sebelah saya. Hiks. Jadi ngelihat muka tenaga kesehatan dan bayi saya ga begitu jelas, deh. Sayang, ya.

Lip Balm. Barangkali akan menerima kunjungan tamu atau sanak famili waktu di rumah sakit, lip balm inilah yang menjadi senjata utama, agar bibir senantiasa segar dan ga pecah-pecah. Ga perlu pake lipstick juga sih. Yang natural aja lah 🙂

✔ Rawat mulut: sikat gigi, odol, obat kumur/permen. Penting sekali untuk menjaga kesehatan dan kesegaran nafas.

✔ Rawat rambut: sampo, kondisioner, sikat/sisir, pita rambut. Ini perlu untuk keramas atau mandi besar/wiladah setelah melahirkan. Saya baru tahu kalau ada mandi besar setelah melahirkan karena diberitahu tenaga medis di rumah sakit. Kebetulan rumah sakit tempat melahirkan anak saya waktu itu adalah rumah sakit islam. Jadi setelah saya berada di paviliun, ada tenaga kesehatan yang khusus memberitahu seluk beluk setelah melahirkan.

✔ Rawat tubuh: sabun, losion badan dan wajah, pembersih muka, deodoran. Penting karena setelah melahirkan pasti kita keringatan dan muka lecek kusam, mandi dan berdandanlah sederhana. Yang penting bersih dan wangi. Kita sambut bayi dengan segar bugar 🙂

✔ Peralatan makan. Sebenarnya kalau di rumah sakit, sudah disediakan makanan lengkap dengan peralatannya, ya. Tapi kadang peralatan makannya suka kurang, apalagi kalau ada orang lain yang menunggui kita di kamar. Jadi, jaga-jaga saja bawa beberapa garpu, sendok, sumpit, dll. 

✔ Jubah dan gaun malam dengan kancing di bagian depan. Untuk apa kancing di bagian depan? Supaya mudah dibuka saat menyusui bayi.

✔ Baju pulang yang nyaman. Saat itu saya pakai sarung suami. Parah, ya. Karena saya ga punya persediaan rok. Waktu di kamar bersalin saja saya pakai rok mukena. Parah ya, kurang disiapkan dengan baik. 

✔ Kaus kaki tebal. Penting! Apalagi kalau ruangannya ber-AC, supaya tidak kedinginan.

✔ Pembalut nifas. Saya pakai Softex Maternity. Panjang dan tanpa wings. Tetapi biasanya dari rumah sakit sudah dikasih pembalut juga.

softex maternity
source: lazada

✔ Handuk kecil. Buat lap keringat atau air ketuban kalau pecah.

✔ Majalah/buku tentang pengasuhan anak atau nama bayi. Buat membunuh waktu selagi menunggu, memperdalam ilmu pengasuhan anak, atau kalau belum memikirkan nama bayi, saat yang tepat setelah melahirkan untuk berdiskusi dengan suami atau sanak famili.

 

Menyusui:

✔ Bantal menyusui. Kalau perlu bisa beli bantal menyusui bentuknya seperti huruf C/U. Kalau saya, pakai bantal yang ada di rumah saja. Bantal tidur, yang kecil dan besar.

✔ Kudapan favorit. Es krim, kripik, atau snack apapun yang bikin ibu senang, deh. Kalau ibu senang, insyaAllah ASI lancar!

Manual/Electric Breast Pump. Saya beli bekas di toko bayibekas.com dekat rumah. Saya pilih merk dr.Brown’s yang manual. Saya masih jarang memompa ASI, sih. Baru beberapa kali.

Sterilizer. Kalau ga punya sterilizer, beli atau gunakan saja panci untuk mensterilkan komponen pompa ASI dan botol ASI.

✔ Rak botol. Untuk menyimpan botol ASI. Tapi saya sih ga beli. 

✔ Baju menyusui. Di toko online banyak, nih yang jual baju menyusui. Menyusui, apalagi di luar rumah, harus senyaman mungkin. Pilihlah yang bahannya nyaman, bagian payudara bisa dibuka.

Nursing apron/penutup saat menyusui. Ini penting sekali agar aurat ibu tetap tertutup saat menyusui di tempat umum atau saat ada tamu.

✔ Susu ibu menyusui. Kalau masih ada sisa susu hamil, gapapa dipakai aja dulu. Baru nanti beli susu ibu menyusui. Saya sih pakai susu Anmum.

✔ Bra menyusui (6 pcs). Pilih bra yang nyaman, menurut saya, yang terbuat dari katun 100% kalau bisa, dan juga tidak berkawat. 

✔ Sabun cuci botol khusus bayi. Saya pakai merk Sleek. Ada juga yang deterjen baju bayi.

✔ Botol kaca/kantong penyimpan ASI. Saya beli merk BKA di Tokopedia. Bagus, lho. 1 paket isinya 8 botol. 

Cooler Bag/Ice Pack 

✔ Sikat botol. Untuk membersihkan botol ASI.

Disposable/washable breast pad. Ditaruh di bra agar ASI tidak menetes dan membasahi baju.

✔ Waslap 2 pcs (untuk massage payudara). Massage sangat penting agar

Freezer untuk ASI. Gunakan freezer atas kulkas 2 pintu untuk menyimpan botol ASI.

 

Lain-lain:

Stretch Mark Oil/minyak zaitun. Untuk menghilangkan stretch marks di perut, paha, dan lain-lain tubuh ibu.

First aid kit. Kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)

✔ Sabun cuci baju khusus bayi. Saya juga baru tahu kalau deterjen orang dewasa dan deterjen bayi itu berbeda :)) 

 

For Baby:

✔ Car seat. Dudukan bayi di mobil. Saya belum beli sih, tapi dengar-dengar, merk Mothercare bagus juga.

✔ Handuk. Saya pakai 2 handuk: handuk kecil dan handuk besar. Handuk kecil untuk kepalahanduk besar untuk badan.

✔ Stroller/kereta dorong bayi. Untuk membawa bayi sembari berjalan-jalan keliling kompleks, ke luar rumah, ke tempat umum, juga untuk menjemur bayi.

 Nasal aspirator. Penyedot ingus bayi.

✔ Feeding Chair. Kursi makan bayi. 

✔ Mainan gigit-gigitan

✔ Playmat

 Bouncer seat

✔ Stroller pad (alas di stroller)

✔ Selimut topi/bedcover

 Slaber (lap iler)

✔ Mainan gantungan untuk tempat tidur/lampu tidur

✔ Boneka/buku kain berwarna cerah dan kontras

Food processor

✔ Dokumen penting untuk membuat akte lahir 

✔ Tempat baju kotor bayi 

✔ Timal/kain serbaguna (5 pcs) 

Bath toys

✔ Handuk bayi 

Babytafel/rak ganti bayi

✔ Bak mandi 

Hand sanitizer untuk di rumah

Baby bibs (celemek)

✔ Baju pulang yang nyaman

✔ Rompers (baju terusan)

✔ Kasa alkohol

Diaper bag

Sweater

✔ Waslap

Diapers

✔ Saputangan handuk

Travel perlak

✔ Gunting kuku 

✔ Sisir bayi 

✔ Botol susu/cup feeder 

✔ Sikat botol

✔ Rencana kelahiran/birth plan

✔ Minyak telon 

✔ Jemuran baju

✔ Celana panjang buka kaki

Cotton bud

✔ Popok

✔ Gendongan bayi

✔ Bantal peyang dan guling

✔ Singlet

✔ Kapas bola

Baby wipes/tisu basah

Thermometer

✔ Sepatu Bayi

✔ Celana panjang dengan tutup kaki

✔ Baju lengan buntung

✔ Baju lengan pendek

✔ Baju lengan panjang

✔ Shampo dan sabun mandi (top-to-toe wash)

Baby lotion

Cologne

Baby oil

✔ Sarung tangan dan kaki

✔ Topi

✔ Perlak/tatakan ompol

✔ Popok kain (cloth diaper/clodi)

✔ Bedong

 

For Dad:

✔ Uang tunai dan uang receh (untuk parkir dan mesin penjual)

✔ Telepon genggam dan charger

✔ Sikat gigi dan odol

✔ Sabun cuci muka

✔ Peta atau petunjuk cetakan menuju rumah sakit jika perlu

✔ Pencukur dan krim cukur

✔ Pakaian ganti

✔ Map dan dokumen (formulir/kartu masuk rumah sakit, kartu asuransi kesehatan)

✔ Laptop dan/atau perencana elektronik

✔ Kudapan

✔ Kaus oblong cadangan

✔ Kamera/baterai tambahan/kartu memori tambahan

✔ Daftar kontak nomor telepon dan alamat e-mail termasuk orang tua, keluarga, dan teman-teman yang ingin sekali mendengar kabar baik Anda

✔ Buku dan majalah

Oh, ya, items di atas tidak wajib dibeli semua. Alhamdulillah kalau misalnya dapat warisan dari saudara, keluarga atau kerabat yang sudah lebih dahulu mempunyai anak. Barang yang dibeli juga disesuaikan dengan ketersediaan uang di kantong juga, sih. Kalau yang ga perlu amat, ga usah dibeli. Contoh: saya ga beli car seat karena merasa belum perlu. Nanti kalau badan si bayi sudah besar sedikit, baru beli. Jika ibu mudah lelah, beli saja barang-barangnya lewat toko online, gampang kan? Pengalaman pribadi, saya dan suami sering menggunakan jasa Tokopedia

Happy preparing, Moms!

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

1 Comment

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: