Pesan dari Stranger

Suatu siang, saya minta ditemani suami untuk melakukan survei di area yang tak begitu jauh dari asrama dan kampus saya. Abu Tig Marina namanya. Saya yang sudah lama tidak keluar asrama setelah beberapa waktu lalu liburan ke Kairo, merasa senang karena menghirup udara luar lagi. Kami pun naik Tuk-Tuk, atau kendaraan sejenis bajaj, untuk pergi ke sana. Setelah setengah perjalanan menyurvei area tersebut, tiba-tiba kami disapa oleh seseorang dalam bahasa Mesir. Kami pun menyebutkan bahwa kami berasal dari Indonesia.Belakangan setelah bercakap-cakap dalam bahasa Inggris, saya tahu namanya Alaa. Pak Alaa ini menyapa kami untuk menawarkan layanan boat trip untuk melihat dolphin. Awalnya saya bermaksud untuk bilang, “Kami sedang tidak ada uang, lain kali saja,” lalu menyudahi pembicaraan tersebut. Tetapi untungnya tidak jadi. Saya berpikir, kita dipertemukan dengan seseorang, pasti dengan maksud tertentu dariNya, termasuk dengan orang ini.Dalam percakapan kami itu, akhirnya dia tahu kalau saya sedang hamil 4 bulan. Ternyata istrinya pun sedang hamil anak kedua, usianya 5 bulan. Kami pun menemukan kecocokan tema pembicaraan dan makin asik mengobrol.Siang itu, angin tepi pantai yang sangat dingin dan matahari yang bersinar dengan cerahnya menjadi teman kami bercakap-cakap. Ia pun bercerita bahwa ia tinggal di sini selama 2 bulan, lalu pulang ke Luxor, bertemu anak dan istrinya. Bolak-balik, Luxor-El Gouna. Selalu begitu. Namun suatu hari nanti, ia berjanji akan tinggal bersama anggota keluarganya dalam satu kota yang sama. Ia juga bercerita bahwa dulu istrinya bekerja, namun setelah memiliki anak, sang istri menjadi ibu rumah tangga dan menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. Saya pun berkata, insyaAllah nantinya saya juga ingin menjadi ibu rumah tangga. Ia juga menasehati saya agar tetap bahagia saat kehamilan dan setelah melahirkan. Sesekali ia juga mendoakan saya dan suami. Ia pun berkata bahwa saat setelah melahirkan merupakan saat yang paling membahagiakan, yaitu pertama kalinya saat bisa melihat dan menyentuh sang anak. Saya dan suami pun tersenyum mendengarnya dan melihat Pak Alaa yang tersenyum bahagia.Pembicaraan kami pun terhenti karena ia harus menerima telepon dan pinggul saya nyeri sehingga kami akhirnya duduk menepi sebelum melanjutkan perjalanan lagi. Setelah itu Pak Alaa pergi jauh dan hanya terlihat punggungnya saja. Saya memandang ke arahnya sambil masih menggenggam brosur boat trip tersebut. Suatu saat kalau kami ada uang dan dipertemukan lagi, saya akan naik boat-nya dan mendengar cerita-cerita beliau lagi. Apalagi setelah kami tahu bahwa Pak Alaa adalah lulusan jurusan Egyptology. Suatu hari nanti kami ingin sekali mendengarkan cerita-ceritanya tentang Mesir.
Suatu siang, saya minta ditemani suami untuk melakukan survei di area yang tak begitu jauh dari asrama dan kampus saya. Abu Tig Marina namanya. Saya yang sudah lama tidak keluar asrama setelah beberapa waktu lalu liburan ke Kairo, merasa senang karena menghirup udara luar lagi. Kami pun naik Tuk-Tuk, atau kendaraan sejenis bajaj, untuk pergi ke sana. Setelah setengah perjalanan menyurvei area tersebut, tiba-tiba kami disapa oleh seseorang dalam bahasa Mesir. Kami pun menyebutkan bahwa kami berasal dari Indonesia.Belakangan setelah bercakap-cakap dalam bahasa Inggris, saya tahu namanya Alaa. Pak Alaa ini menyapa kami untuk menawarkan layanan boat trip untuk melihat dolphin. Awalnya saya bermaksud untuk bilang, “Kami sedang tidak ada uang, lain kali saja,” lalu menyudahi pembicaraan tersebut. Tetapi untungnya tidak jadi. Saya berpikir, kita dipertemukan dengan seseorang, pasti dengan maksud tertentu dariNya, termasuk dengan orang ini.Dalam percakapan kami itu, akhirnya dia tahu kalau saya sedang hamil 4 bulan. Ternyata istrinya pun sedang hamil anak kedua, usianya 5 bulan. Kami pun menemukan kecocokan tema pembicaraan dan makin asik mengobrol.Siang itu, angin tepi pantai yang sangat dingin dan matahari yang bersinar dengan cerahnya menjadi teman kami bercakap-cakap. Ia pun bercerita bahwa ia tinggal di sini selama 2 bulan, lalu pulang ke Luxor, bertemu anak dan istrinya. Bolak-balik, Luxor-El Gouna. Selalu begitu. Namun suatu hari nanti, ia berjanji akan tinggal bersama anggota keluarganya dalam satu kota yang sama. Ia juga bercerita bahwa dulu istrinya bekerja, namun setelah memiliki anak, sang istri menjadi ibu rumah tangga dan menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. Saya pun berkata, insyaAllah nantinya saya juga ingin menjadi ibu rumah tangga. Ia juga menasehati saya agar tetap bahagia saat kehamilan dan setelah melahirkan. Sesekali ia juga mendoakan saya dan suami. Ia pun berkata bahwa saat setelah melahirkan merupakan saat yang paling membahagiakan, yaitu pertama kalinya saat bisa melihat dan menyentuh sang anak. Saya dan suami pun tersenyum mendengarnya dan melihat Pak Alaa yang tersenyum bahagia.Pembicaraan kami pun terhenti karena ia harus menerima telepon dan pinggul saya nyeri sehingga kami akhirnya duduk menepi sebelum melanjutkan perjalanan lagi. Setelah itu Pak Alaa pergi jauh dan hanya terlihat punggungnya saja. Saya memandang ke arahnya sambil masih menggenggam brosur boat trip tersebut. Suatu saat kalau kami ada uang dan dipertemukan lagi, saya akan naik boat-nya dan mendengar cerita-cerita beliau lagi. Apalagi setelah kami tahu bahwa Pak Alaa adalah lulusan jurusan Egyptology. Suatu hari nanti kami ingin sekali mendengarkan cerita-ceritanya tentang Mesir.

Suatu siang, saya minta ditemani suami untuk melakukan survei di area yang tak begitu jauh dari asrama dan kampus saya. Abu Tig Marina namanya. Saya yang sudah lama tidak keluar asrama setelah beberapa waktu lalu liburan ke Kairo, merasa senang karena menghirup udara luar lagi. Kami pun naik Tuk-Tuk, atau kendaraan sejenis bajaj, untuk pergi ke sana.

Setelah setengah perjalanan menyurvei area tersebut, tiba-tiba kami disapa oleh seseorang dalam bahasa Mesir. Kami pun menyebutkan bahwa kami berasal dari Indonesia.

Belakangan setelah bercakap-cakap dalam bahasa Inggris, saya tahu namanya Alaa. Pak Alaa ini menyapa kami untuk menawarkan layanan boat trip untuk melihat dolphin. Awalnya saya bermaksud untuk bilang, “Kami sedang tidak ada uang, lain kali saja,” lalu menyudahi pembicaraan tersebut. Tetapi untungnya tidak jadi. Saya berpikir, kita dipertemukan dengan seseorang, pasti dengan maksud tertentu dariNya, termasuk dengan orang ini.

Dalam percakapan kami itu, akhirnya dia tahu kalau saya sedang hamil 4 bulan. Ternyata istrinya pun sedang hamil anak kedua, usianya 5 bulan. Kami pun menemukan kecocokan tema pembicaraan dan makin asik mengobrol.

Siang itu, angin tepi pantai yang sangat dingin dan matahari yang bersinar dengan cerahnya menjadi teman kami bercakap-cakap. Ia pun bercerita bahwa ia tinggal di sini selama 2 bulan, lalu pulang ke Luxor, bertemu anak dan istrinya. Bolak-balik, Luxor-El Gouna. Selalu begitu. Namun suatu hari nanti, ia berjanji akan tinggal bersama anggota keluarganya dalam satu kota yang sama.

Ia juga bercerita bahwa dulu istrinya bekerja, namun setelah memiliki anak, sang istri menjadi ibu rumah tangga dan menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. Saya pun berkata, insyaAllah nantinya saya juga ingin menjadi ibu rumah tangga.

Ia juga menasehati saya agar tetap bahagia saat kehamilan dan setelah melahirkan. Sesekali ia juga mendoakan saya dan suami. Ia pun berkata bahwa saat setelah melahirkan merupakan saat yang paling membahagiakan, yaitu pertama kalinya saat bisa melihat dan menyentuh sang anak. Saya dan suami pun tersenyum mendengarnya dan melihat Pak Alaa yang tersenyum bahagia.

Pembicaraan kami pun terhenti karena ia harus menerima telepon dan pinggul saya nyeri sehingga kami akhirnya duduk menepi sebelum melanjutkan perjalanan lagi. Setelah itu Pak Alaa pergi jauh dan hanya terlihat punggungnya saja. Saya memandang ke arahnya sambil masih menggenggam brosur boat trip tersebut.

Suatu saat kalau kami ada uang dan dipertemukan lagi, saya akan naik boat-nya dan mendengar cerita-cerita beliau lagi. Apalagi setelah kami tahu bahwa Pak Alaa adalah lulusan jurusan Egyptology. Suatu hari nanti kami ingin sekali mendengarkan cerita-ceritanya tentang Mesir.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: