Pregnancy Changes Lot of Things in You

Tidak terasa, hari ini sudah separuh jalan menuju hari perkiraan kelahiran Kindi. Siapa itu Kindi? Hehehe, Kindi itu insyaAllah nama anak saya, selengkapnya di sini. Banyak sekali perubahan yang saya alami sejak dinyatakan hamil hingga hari ini. Hmm semoga itu semua perubahan positif dan bisa berlanjut sampai setelah Kindi lahir nanti ya. Berikut ini list perubahan dari saya:

  • Awal kehamilan dirasakan pada usia kehamilan 5 minggu 5 hari. Kisah selengkapnya di sini.
  • Setelah membaca artikel tentang bahaya zat-zat kimia pada kosmetik yang digunakan ibu, saya jadi berusaha tidak berdandan. Saya pun kalau dandan paling cuma bedak, parfum (di depan suami saja), deodorant. Yang masih saya lakukan sampai sekarang ialah cuci muka menggunakan pembersih dan menggunakan pelembab bibir karena bibir mudah kering dan mengelupas.
  • Mulai muncul stretch marks di trimester kedua akibat perut membesar. Mengolesi strecth marks dengan minyak zaitun.
  • Sejak tahu kalau kafein bisa menyebabkan dehidrasi pada ibu, saya jadi memilih untuk tidak minum teh dan kopi. Juga tidak minum softdrink, kalau yang ini sih jelas berbahaya, hehehe. Tapi pernah sih, kecolongan minum teh karena ga enak sama teman sudah disuguhi.
  • Sejak merasa tidak tenang di awal-awal kehamilan, saya berusaha tidak mendengarkan musik dan menggantinya dengan MP3 Al-Qur’an. Musik yang saya hindari termasuk musik instrumental. Padahal saya penggemar berat musik instrumental. Tapi nyatanya hal itu malah membuat produktivitas meningkat.
  • Sejak hamil, apalagi sejak bayi bisa mendengar suara, saya jadi lebih menjaga lisan dari ucapan buruk dan pikiran buruk, segera beristighfar jika terlanjur melakukannya. Jika mau ngerasani orang, mikir-mikir dulu. Jika mau berprasangka buruk, memaki, atau marah, mikir-mikir dulu. Ya walaupun beberapa kali kecolongan. Coba dilatih terus, insyaAllah nanti kita akan berpikir dan berkata yang baik. Apalagi anak kan akan meniru apa yang dia lihat. Jadi kita harus mencontohkan yang baik.
  • Kehalalan penghasilan, makanan, serta segala sesuatu yang kita konsumsi akan berpengaruh, lho. Jadi sebisa mungkin saya meneliti kehalalan penghasilan yang didapat suami serta makanan minuman yang dikonsumsi, termasuk kehalalan software yang saya gunakan, maksudnya meninggalkan yang bajakan.
  • Sejak lama tahu sih kalau makanan ber-MSG dan pengawet lainnya itu berbahaya. Tapi siapa sih yang bisa menahan godaan mie instan? Hehehe. Setelah hamil saya jadi mengurangi dan akhirnya berusaha sama sekali tidak mengonsumsi makanan ber-MSG atau berpengawet. Semua ini demi anak…
  • Disarankan dokter rajin makan ikan segar. Alhamdulillah sekarang saya sudah mau makan ikan walaupun masih yang fillet alias ga kelihatan mukanya 😀
  • Sejak divonis dokter saya kurang minum air putih, saya jadi menambah frekuensi minum air putih.
  • Mengusahakan makan buah dan atau sayur.
  • Di trimester pertama kehamilan saya sering menangis, mual, muntah, dan pusing setiap hari. Hal itu sangat berpengaruh terhadap bayi ternyata. Banyak yang bilang, kalau kita stres saat hamil, nanti bayinya bisa emosional. Oke, memanajemen stres memang sulit. Tapi dengan adanya suami yang bisa menyenangkan ibu, pasti bisa membantu.
  • Di trimester kedua, saya mulai berenergi, bisa jalan-jalan yang cukup jauh, naik bus, walaupun di awal trimester kedua masih pusing. Resiko keguguran pun sudah mengecil. Jadi saya cukup santai.
  • Di trimester pertama mual disebabkan oleh bau bawang, cucian dapur, parfum, dan lain-lain.
  • Di trimester pertama tiba-tiba malas melakukan apa-apa. Saya yang suka memotret, membaca, menulis, jalan-jalan, tiba-tiba malas sekali melakukannya. Seperti tidak punya keinginan apa-apa.
  • Di trimester kedua sempat sesak napas dan tekanan darah rendah di minggu ke 16-17, apalagi jika dibuat belajar atau lihat laptop. Hal ini membuat saya jadi tidak masuk kuliah beberapa minggu. Alhasil ketinggalan pelajaran dan berakibat saya harus belajar sendiri di rumah.
  • Saat hamil, sudah tentu kita sering khawatir terhadap janin. Apakah dia baik-baik saja, sehat, masih ada detak jantungnya atau tidak, kalau dibuat jalan-jalan capek nanti keguguran atau tidak, dll. Semua itu bisa menggerogoti pikiran kita.
  • Mulai cari info tentang persalinan di trimester kedua, browsing rumah sakit terdekat, harga, dan fasilitasnya. Pilih yang pro-ASI, pro-IMD, dan rooming-in dengan bayi.
  • Setiap hari buka mobile app tentang kehamilan untuk tahu tentang tumbuh kembang bayi dan artikel menarik yang informatif. Di beberapa aplikasi juga disediakan ilustrasi tumbuh kembang janin, pencatat pertambahan berat badan ibu dan bayi, serta ukuran bayi saat itu. Seru, kan. Sering-sering saja dipantau.
  • Ini yang paling menyenangkan. Saya mulai merasakan gerakan janin di usia 19 minggu. Seperti pop corn yang meledak di perut, atau ada ikan berenang, dan kadang mengeluarkan suara. Mirip keroncongan. Seringnya gerakannya terasa di malam hari saat sedang duduk setengah berbaring.
  • Sering dibacakan Al-Qur’an atau diperdengarkan suara MP3 murattal Al-Qur’an. Sebisa mungkin meminimalkan janin mendengarkan musik, agar semakin dekat dengan Allah.
  • Cari referensi homeschooling, karena ingin mendidik anak dengan tangan sendiri. Alhamdulillah menemukan website rumahinspirasi.com. Ada Webinarnya untuk Februari-April 2016 ini.
  • Lebih rutin shalat Dhuha dan Tahajud. Shalat malam juga baik untuk kesehatan janin, lho.
  • Banyak berdoa ‘rabbii hablii minashshaalihiin’ agar diberi keturunan yang soleh.
  • Belajar tentang ASI dan MPASI, sekaligus mengedukasi/memberikan suami informasi tentang hal-hal terkait kehamilan dan persalinan. Supaya dia siaga dan tahu ternyata istrinya begini begitu, dan lain-lain.
  • Tersenyum bila beban dirasa berat. Entah beban perut, beban hidup, atau beban lainnya…
  • Perut mulai terasa mengencang di trimester kedua. Seperti bawa gula 1,5 kg.
  • Beberapa rok atau celana mulai tidak cukup dipakai usia 16 minggu. Sempat shock. Karena cuma bawa stok rok sedikit untuk di Mesir ini. Tapi alhamdulillah ada kenalan orang Indonesia yang menghibahkan beberapa baju dan celana hamilnya untuk saya. Alhamdulillah, rezeki Kindi!
  • Di trimester kedua mencoba memainkan senter di sekitar perut karena janin sudah peka terhadap cahaya.
  • Bersama suami sering mengelus perut dan berbicara dengan bayi.
  • Meyakinkan diri kalau bisa melahirkan normal, di waktu yang tepat, bisa IMD, dan memberikan ASI yang cukup untuk bayi. Aamiin.
  • Jalan kaki ke kampus +20 menit setiap hari (pulang-pergi), belum termasuk naik turun tangga dan dorong pintu kampus yang berat-berat.
  • Melakukan gerakan-gerakan ringan atau senam prenatal, supaya persalinan lancar.
  • Sebenarnya kata dokter disuruh makan apa saja, asal tidak berlebihan. Everything in moderation.
  • Minum suplemen ibu hamil, suplemen zat besi dan untuk kesehatan tulang.
  • Mulai mendesain kamar bayi lewat SketchUp.
  • Mulai tertarik mengumpulkan info tentang peralatan dan perlengkapan bayi.
  • Mulai belajar istilah-istilah masa kini yang sering dipakai oleh para ibu masa kini (supaya ga ketinggalan jaman)
  • Mengomunikasikan keadaan kepada keluarga (apalagi jika tinggal berjauhan dengan keluarga), misal: habis kontrol, keluhan, dll.
  • Sejak hamil jadi lebih pemikir dan menimbang-nimbang sebab akibat suatu pilihan, terutama jika akan berdampak negatif bagi janin di kandungan
  • Banyak komunikasi dengan ibu-ibu hamil lainnya atau orang-orang yang sudah berpengalaman menjadi ibu. Agar tidak merasa sendiri.
  • Percaya bahwa happy tummy -> happy mommy -> happy baby :)) Jadi, makanlah dengan senang hati, supaya perasaan senang dan janin pun ikut senang.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: