Refleksi

Katanya, sebentar lagi adalah penghujung tahun 2014. Banyak orang bersorak, bersenang-senang. Beberapa mengalokasikan hari-hari terakhir di 2014 ini dengan liburan bersama yang tercinta. Namun, beberapa yang lain tidak peduli dan tetap melakukan kegiatan seperti biasa. Seperti dia, seorang ibu yang sedang duduk di tepi gubuk reot di sebuah rumah di desa.

Refleksi. Itulah yang sejatinya kita harus lakukan. Bukan perkara sebentar lagi akan ada 2015 di depan mata. Namun, refleksi, perlu kita lakukan setiap hari. Apakah satu hari yang hanya 24 jam itu, dapat kita lalui dengan berguna atau hanya terlewat sia-sia begitu saja.
Dan hari ini, ketika aku sedang bercengkerama bersama Mama di depan televisi pagi tadi, berita tentang pesawat yang hilang itu tampak begitu menyeramkan. Bagaimana jika kita belum sempat melakukan refleksi dan bertaubat atas segala kesalahan yang kita lakukan di dunia ini, bagaimana jika kita belum sempat meminta maaf atau mengucapkan kalimat perpisahan dengan orang yang kita cintai lalu tiba-tiba begitu saja kita harus pergi meninggalkan dunia ini.
Bagaimana jika malam ini adalah malam terakhir kita memandang layar laptop atau gadget kesayangan kita ini?
Ah ya, sebelum semua terlewat, sebelum semua berakhir dengan kata ‘tidak sempat’, mari kita luangkan satu hingga beberapa menit untuk melakukan refleksi.

——-

——- REFLEKSI ——-

——-

Ambil kesimpulan sendiri, apakah diri kita sudah lebih baik dari hari yang kemarin, atau masih sama saja, masih begitu-begitu saja.
Aku tidak peduli apakah kamu merayakan apa itu yang disebut dengan Tahun Baru. Aku juga tidak peduli apakah kamu sadar akan sedikitnya jatah waktu hidup yang kamu punya di dunia ini atau tidak. Yang aku tahu, kewajibanku lah untuk mengingatkan saudara-saudaraku ini, ya, kamu, untuk bersama-sama senantiasa memperbaiki diri.
Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang selalu memperbaiki diri dengan niat karena Tuhan, bukan karena siapapun.
Dan di akhir tulisan ini, semoga QZ8501 segera ditemukan. Sungguh banyaknya bencana yang menimpa di akhir tahun masehi ini bisa menjadi kaca bagi kita semua, untuk selalu melibatkan Tuhan di setiap aktivitas kita, karena tidak ada yang pernah tahu apa yang terjadi, bahkan sepermili detik yang akan datang.
Selamat meluangkan waktu untuk refleksi diri.
Surabaya, 28 Desember 2014

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: