Resume Kuliah Whatsapp Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini

Ada 9 pertanyaan plus jawaban dari diskusi materi tentang Mendidik Anak Cerdas Finansial sejak dini yang pernah saya share di blog ini. Simak resume-nya, semoga ada pencerahan yang bisa didapat:

Bagaimana cara menjelaskan ke anak perbedaan kebutuhan dan keinginan, apa ciri2 kebutuhan, apa ciri2 keinginan
Jwb: Untuk anak usia Pra Sekolah, dibiasakan dg kebiasaan makan dan kegiatan sehari-hari yang baik dan teratur. Karena dengan seperti itu, anak bisa memahami, apa yang menjadi kebutuhan dasarnya. 

Keinginan adalah sesuatu yg diinginkan namun bukan termasuk kebutuhan dasar, dan tidak masuk dalam kategori urgent. ✅
 

Bagaimana cara memahamkan anak jika ia membandingkan uang sakunya dengan uang saku sepupunya yang lebih banyak? Selain itu ia juga membandingkan dengan uang pemberian dari kakek neneknya
Anak merasa tidak disayangi hanya karena uang sakunya lebih sedikit, padahal ia sudah mengikuti market day di sekolah

Jwb: Dimulai dari memahamkan apa itu rejeki. Kemudian bagaiman cara orang tua menjemput rejeki. Setelah itu, diberikan pengenalan mini budgeting. Bahwa budget  uang saku anak, adalah sekian.. Adapun pemberian lebih besar dr kakek nenek, itu adalah rejeki anak dr Allah melalui jalan lain. 

Beri pengertian bahwa rejeki setiap orang berbeda, dan kita harus belajar bersyukur…

Jika ingin memperoleh lebih, maka diperlukan usaha lebih untuk menjemput rejeki.. ➡ market day. Dan contohkan pula, rejeki yg datang dr arah yg tak disangka2, yg mungkin bersumber karena kita bersyukur atas rejeki yg telah didapat. ✅


Bagaimana memberi pengertian / menjelaskan ke anak saat dia  mengininkan sesuatu kita arahkan ke menabung / nyelengi tetapi dia masih minta uang lebih untuk dimasukkam ke celengan diluar uang sakunnya.  Termasuk saat berinfaq. Terima kasih.


Jwb:
sama dengan sebelumnya, kita kenalkan mini budgeting. Bahwa uang yang kita dapat harus dibagi-bagi untuk aneka pos kebutuhan. 


Bagaimana cara memberi anak motivasi menabung, tanpa imbalan? maksudnya, selama ini saya membagi tabungan anak dgn tabungan mainan dan tabungan “naik pesawat”,  hal-hal yang bersifat konsumtif semua. Anak saya usia 3th,

Jwb: Mulai mengenalkan kebutuhan dan keinginan. Mana yg penting dan tidak penting. Mana yg mendesak dan tidak mendesak. Beri pengertian, dari mana uang sumber tabungan itu berasal. Sehingga ia bisa menghargai uang dan waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan tabungan. 

Biasakan pula untuk memilah mainan yang diperlukan dan diinginkan. ✅


Selain membenahi diri ibu selaku manager keuangan keluarga, lalu bagaimana cara mengajarkan cerdas finansial pada anak usia 2.5 tahun?

Jwb: Rejeki itu berupa apa? Rejeki itu dari siapa? Bagaimana cara menjemput rejeki? Bagaimana cara bersyukur atas rejeki?

Mana yang menjadi kebutuhan dan keinginan?
Biasanya usia 2.5 tahun sudah mengenal makanan/minuman kesukaan. Pembiasaan pola makan dan jadwal kegiatan sehari-hari yang baik, bisa menjadi pondasi bagi anak u/ mengenal kebutuhan dasarnya. 
Jika kebutuhan dasarnya terpenuhi, biasanya ia terhindar dr keinginan2 sesaat. ✅


– Mau menanyakan tentang apa sajakah tanda2 kesiapan anak2 utk mulai diajarkan tentang mini budget?
– Punten teh, bisa dikasih contoh tindakan yg  membatasi mimpi anak dg kadar rejeki orang tua nya saat ini…
krn siapa tahu tanpa sadar selama ini saya telah melakukan nya

Jwb: Jika anak sudah tau fungsi uang, maka sudah bisa dikenalkan mini budget. 
Contohnya, anak ingin ikut family camp.. investasinya lumayan. Jika dilihat dr jumlah tabungan tahun lalu, jumlahnya tdk memadai. 

Maka janganlah kita mematahkan mimpinya, “terlalu mahal nak, kita liburan atau ikut acara lain saja ya..”
Tapi, sebaiknya kita apresiasi impiannya itu. Kita coba atur strategi, ikhtiar. Adapun hasil dan rejekinya, tanamkan pada diri anak, bahwa sumber rejeki itu dr Yang Maha Kaya dan Maha Berkehendak, jadi maksimalkan pula do’a-do’a kita. ✅
 

bagaimana cara agar ananda lebih menghargai uang. Selama ini dia cenderung sembarangan menyimpan dan meletakkan uang.


Jwb:
Eksplorasi, bagaimana orang di sekitar kita menjemput rejeki. Pedagang kaki lima, asongan, pemulung, dsb..
Kemudian ceritakan cara kita menjemput rejeki.
Jika ia sudah tergerak, bisa juga memulai project menjemput rejeki: magang, berjualan, investasi tabungan.. ✅


Soal gaya hidup bagaimana ya teh? Trkadang saya dan suami brbeda pendpt…
Dg latar belakang kami brdua yg dr kluarga pas2an, yg mau gak mau ya brjuang dr nol,,,
Smntra anak besar dg kondsi orng tua yg alkhamdulillah lebih baik, shng trbiasa dg fasilitas yg lebih baik

Jwb: Kita mulai memilah saja mba, mana yg kebutuhan, mana yg hak dasar anak, dan mana yg keinginan. Jadi bisa sesuai dengan kondisi masing2 keluarga. 
Praktek KomProd lagi, dan lagi.. ✅


Menyiasati agar tdk suka keblabasan ngikuti keinginan gimn y caranya


Jwb:
Selalu dibuat urutan prioritasnya. Sama seperti mengelola waktu. Mengelola pos keuangan juga, mana yg penting, tdk penting, mendesak, tdk mendesak. Dan dipampang di family wall atau organizer book. 
Kalau untuk belanja, saya sistemnya amplop. Jd yaa.. kalau belanja mingguan seadanya uang di dompet √.

Demikian resume kulwap tentang level 8 yang ditulis oleh Bunda Neni dari IIP Bunda Sayang Surabaya Bali Mataram. Yang menjawab pertanyaan adalah fasilitator grup kami yaitu Teh Chika Dzikra. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: