Review Buku Anak: 7 Kebiasaan Anak Bahagia oleh Sean Covey

Saat ingin mendonasikan buku ke Sekolah Alam Baturraden (SABar) di Purwokerto beberapa waktu lalu, saya berkeliling Toko Buku Murah Online (TBMO). Sejujurnya sempat bingung. Uang yang saya bawa hanya Rp150.000 dari donatur. Hmm, kira-kira buku apa ya yang akan saya beli?

Buku berbahasa Indonesia? Buku berbahasa Inggris? Bingung. Saya mencoba ingat-ingat lagi, anak-anak di SABar adalah anak usia TK dan SD. Apa ya, buku yang kira-kira belum ada di sana? Apa ya kira-kira buku yang bisa mengubah hidup mereka?

Tiba-tiba saya teringat, ketika main ke rumah sepupu saya yang punya anak kembar (zamzelova) saya melihat buku 7 Kebiasaan Anak Bahagia. Itu lho, tulisan anak si Stephen Covey yang membuat buku 7 Habits of Highly Effective People. Dulu sih saya lihat bukunya sekilas saja. “Oh, berwarna dan dwibahasa.” Tapi ketika di TBMO saya baca sinopsisnya, saya cermati bukunya, “Wah… ini nih yang kucari! Buku pengembangan karakter anak!”

Kenal dengan Stephen Covey? Kalau kamu suka baca buku non-fiksi impor, pasti tahu buku 7 Habits of Highly Effective People karya beliau. Buku ini sangat terkenal di seluruh dunia. Buah pemikirannya dalam buku tersebut dijadikan konsep atau metode pengembangan karakter yang digunakan oleh berbagai organisasi di mancanegara. Banyak bermunculan 7 Habits Club, semacam kelompok yang bertujuan menghidupkan dan menumbuhkembangkan konsep 7 Habits di dalam perusahaan tersebut. Konsep di bukunya sangat aplikatif dan ampuh

Ternyata di samping perusahaan-perusahaan besar, ternyata banyak sekolah dasar di seluruh dunia yang menggunakan dan mengajarkan 7 Habits kepada para muridnya. Ada tujuh buku tipis yang menceritakan 7 kebiasaan (habit) pada buku karya sang Ayah, Stephen Covey. Buku ini mengisahkan 7 karakter hewan yang tinggal di kampung 7 oaks. Siapa saja mereka? Yuk, diabsen: Goob si Beruang, Jumper si Kelinci, Lily si Sigung, Sammy dan Sophie si Tupai, Pokey si Landak, dan Alli si Pembuntut. Masing-masing diri hewan ini akan mewakili suatu karakter tertentu. Pengalaman unik mereka itulah yang dijelaskan perubahannya dari yang negatif menjadi positif. Menarik, bukan?

7KAB - 1

7KAB - 3

Foto dari berbagai sumber.

 

Seperti apa sih, bukunya?

Di bagian depan dan belakang terdapat peta kampung 7 oaks dan sekitarnya. Di bagian depan, pembaca diperkenalkan dengan 7 karakter tadi. Yang menarik, terdapat poster Pohon 7 Kebiasaan yang menerangkan bagaimana setiap kebiasaan saling berpengaruh satu sama lain. Ada 3 kebiasaan pertama (karakter yang terkait dengan diri sendiri) yang menjadi pijakan bagi 3 kebiasaan berikutnya (karakter yang terkait dengan hubungan pada orang lain). Serta bagaimana ke-6 kebiasaan tersebut perlu dilengkapi dengan kebiasaan yang bersifat menyeimbangkan.

Yang bahkan lebih mengherankanku adalah, betapa banyak sekolah dasar di seluruh dunia telah mengajarkan 7 Kebiasaan itu sebagai kurikulum dan betapa mereka begitu berhasil saat melakukannya. Siapa sangka anak-anak kecil mampu begitu cepat menangkap dan menerapkan hukum alam yang terkandung dalam 7 Kebiasaan itu?

Jadi, Sean Covey pun berpikir bagaimana seandainya konsep-konsep itu dijabarkan dalam bentuk buku cerita khusus anak-anak. Sebelumnya, ia pernah menulis buku berjudul The 7 Habits of Highly Effective Teens, yaitu buku 7 Habits khusus para remaja.

Dalam buku khusus untuk anak-anak ini, konsep-konsep 7 Habits dibingkai dalam 7 cerita anak bergambar (full color), dengan menonjolkan 7 karakter anak yang diwakili oleh karakter hewan. Dengan begitu, anak-anak bisa menyerap konsep 7 Habits tanpa merasa digurui tetapi justru terhibur.

Sean Covey menulis:
Pertama, buku ini dapat mengajar mereka perihal kekuatan dalam menerapkan prinsip-prinsip seperti tanggung jawab, perencanaan awal, menghormati orang lain, kerja sama, dan keseimbangan. Prinsip-prinsipnya memang seperti gravitasi atau gaya tarik bumi. Sifatnya abadi, universal, dan telah terbukti. Kini, prinsip-prinsip itu semakin dibutuhkan.

Kedua, buku ini akan memperlengkapi mereka dengan bahasa sehari-hari yang dapat mereka gunakan dengan orangtua dan guru. Sungguh membantu untuk bisa berkata, Aku perlu mendahulukan yang utama, atau Mari kita berpikir menang-menang untuk situasi ini, dan semua orang tahu persis apa yang dimaksudkan.

Ketiga, entah mengidentifikasi diri sebagai Goob sang Beruang ataupun Sophie sang Tupai, anak-anak akan mendapati sebagian diri mereka di dalam salah satu dari tokoh-tokoh mengesankan ini. Hasilnya, kisah-kisah ini akan membantu anak-anak menerapkan 7 Kebiasaan pada kehidupan mereka sendiri.

Di akhir setiap kisah, terdapat Pojok Orangtua yang memberikan beberapa saran bagi para orangtua tentang cara menunjukkan kebiasaan di dalam kisah itu, serta hal-hal yang dapat mereka tonjolkan saat menemani atau membacakan cerita bagi anak-anak mereka. Selain itu, juga terdapat beberapa pertanyaan untuk diajukan kepada anak-anak (Untuk Dibahas), serta sejumlah langkah kecil yang dapat dilakukan anak-anak (Langkah-Langkah Kecil) untuk mulai mempraktikkan kebiasaan-kebiasaan itu. Di bagian belakang buku ini terdapat diagram 7 Kebiasaan yang menunjukkan bagaimana semuanya dapat bekerja bersama.

Review pribadi:

Saat membacanya, saya seperti kembali menjadi anak-anak dan ketagihan untuk membuka setiap lembarnya. Di akhir, saya juga menjadi orangtua karena membaca apa yang seharusnya kita ceritakan kepada anak tentang pesan moral kisah di buku ini. Overall, buku yang diterbitkan oleh Penerbit Libri ini sayang untuk dilewatkan para orangtua yang ingin mengajarkan anak-anaknya nilai penting dalam kehidupan. Pesan saya, tetap dampingi anak saat membaca buku ini, karena saya menemukan beberapa hal yang kurang sesuai dengan agama Islam dan kebudayaan Indonesia. Oh ya, buku juga terbuat dari glossy paper sehingga berhati-hatilah ketika membacakannya untuk anak di bawah 3 tahun, ya Moms! 

Keep choosing and reading good books, Moms!

 

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: