Review Buku: Anak Bukan Kertas Kosong

“Kan belum punya anak? Kenapa harus baca buku ini?” 

Mungkin begitu pikirmu, saat buku ini kau lihat tatkala melintas di toko buku. Hmm… jika benar begitu, mungkin ada yang salah dengan pemikiranmu.

Mau punya anak sekarang, besok, setahun lagi, tiga tahun lagi, atau ga mau punya anak sekalipun, aku rasa kamu harus tetap baca buku ini.

Judul: Anak Bukan Kertas Kosong

Penulis: Bukik Setiawan

Penerbit: Pandamedia

Tebal: 249

Sebelum terlambat, lebih baik kita mempelajarinya sejak dini. Mempelajari apa? Ilmu parenting.

“Ntar aja lah, sambil jalan, kalau udah jadi orang tua. 

Jodoh aja belum ada. Anak apalagi.. “

Ya, terserah deh. Siapapun kita, mau masih bujang, akan punya anak, sudah punya anak satu, sampai yang mau nambah lagi, baca dulu buku ini.

Lugas makna judulnya. “Anak Bukan Kertas Kosong”, benar-benar begitu artinya. Anak bukanlah kertas yang bisa kita lukis atau tulis seenak jidat. Anak terlahir dengan kecerdasan dan potensinya masing-masing.

Di buku ini, Pak Bukik bukan memberikan teori baru tentang parenting, namun memberi insight tentang ajaran-ajaran luhur sang bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara.

 

 

Saran dan Kritik 

Sampul bukunya yang lucu itu jelas membuat penasaran. Namun sayang, warna di dalamnya terlalu kontras. Pink. Mata saya sedikit sakit saat melihatnya. Mungkin di edisi selanjutnya bisa dicetak dengan warna yang lebih muda 🙂

Buku ini kudapatkan gratis dari sang penulis, Pak Bukik Setiawan. Terima kasih ya, Pak!

Juga ditulis di adiarersti.blogspot.com.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: