Review Buku Jibaku Post Power Syndrome Full Time Mom

Judul Buku:

Jibaku Post Power Syndrome Full Time Mom

Penerbit:

Aryoko Indonesia Publisher

Penulis:

Hepi Risenasari, Dian Kusumawardani, Elfathrah, Anittaqwa Elamien, Mesa Dewi Puspita, Nevita Siswanti, Mifta Amalya, Farda Semanggi, Desy Handayani

Komentar:

Saya tahu buku ini dari grup Matrikulasi Institut Ibu Profesional dan grup HEbAT Surabaya. Bunda Itsnita Husnufardani atau yang akrab dikenal sebagai Farda Semanggi, mengiklankan buku ini. Kebetulan, suami Bunda Mifta Amalya juga mengirim pesan ke suami saya. Alhasil, saya yang saat itu tengah galau memilih jalan antara kuliah lagi atau tetap menjadi ibu rumah tangga, memutuskan untuk membeli buku ini saja. Saya berharap mendapatkan penguatan rohani untuk memilih jalan yang paling baik.

Buku ini adalah antologi kisah 9 ibu yang pernah berkarir di luar sana, yang kemudian berhijrah ke rumah. Namun perjalanan hijrah tak berjalan mulus, ternyata ditemui sebuah penyakit bernama POST POWER SYNDROME. Gejala yang menunjukkan ibu-ibu ini galau terhadap profesi yang dipilihnya tersebut. Yaitu menjadi ibu rumah tangga yang penuh waktu. 

Ada kisah dari bunda Anittaqwa (yang mengantarkan buku ini langsung ke rumah saya), yang disangka pembantu rumah tangga, bukan ibu rumah tangga oleh kurir yang sedang datang ke rumahnya. Mengapa? Karena waktu itu penampilannya biasa saja, kucel karena baru selesai mencuci. Saya pun ikutan geram saat membaca. Rasanya ingin berkata kepada kurirnya, “Lancang amat sih, Pak?” tapi juga membayangkan, mungkin ada benarnya juga si kurir berkata begitu, karena selama ini profesi ibu rumah tangga identik dengan penampilan yang kurang terurus karena sudah sibuk mengurus rumah tangga.

Ada lagi kisah berjudul Lika-Liku Ibu Baru yang ditulis oleh penggagas buku ini, bunda Farda Semanggi. Ternyata beliau yang saat ini juga menjabat sebagai fasilitator di kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional, dulunya juga gagap saat baru saja terjun menjadi full time mom. 

Di akhir, ada kisah dari Bunda Desy yang menjabarkan gejala Post Power Syndrome ini secara ilmiah. Beliau membaginya menjadi beberapa fase. Keren, ya. 

Latar belakang semua penulis dulunya berbeda. Namun kini, satu yang sama, keputusan mulia mereka yang akhirnya melepas gemerlap dunia kerja yang gajinya tak kalah menggoda. Saat ini sibuk meraih berkah, mengemban amanah di madrasah utama yang bernama rumah.

Layout:

Secara umum saya suka gambar sampulnya. Mencerminkan gambar ibu yang multitasking. Gendong anak, sambil melakukan berbagai hal lainnya. Tapi saya kurang suka judulnya, kepanjangan dan ga mudah diingat, hehehe. 

Selain itu, saya juga bingung, padahal karya ini menggunakan penerbit, tapi maaf layout-nya kok masih seperti diedit dengan MS Word saja. Saya juga menangkap ketidakkonsistenan penggunaan font dan saya curiga tidak ada pengeditan terhadap naskah buku ini. Font yang digunakan terlalu banyak jenisnya. Penyusunan layout juga masih acak-acakan. Saya usul untuk font sebaiknya pilih yang enak dibaca. Sekedar masukan untuk penerbit, sih.

Saya berharap buku ini dicetak ulang dengan tampilan yang lebih baik.

Konten:

Secara umum, buku ini memiliki konten yang sangat bagus. Di akhir terdapat ulasan mengenai gejala Post Power Syndrome oleh bunda Farda Semanggi. Saya jadi tahu mengenai gejala tersebut dengan ulasan beliau dari kacamata psikologi. Ternyata, saya juga mengalami gejala tersebut pasca memutuskan untuk berhijrah menjadi ibu rumah tangga. Menarik juga, sih. Jadi, saya tahu apa yang sedang terjadi pada diri saya dan tahu solusinya.

Di buku ini juga terdapat endorsement dari bu Septi Peni Wulandani selaku founder Institut Ibu Profesional. Komunitas di mana ke-9 penulis ini dipertemukan. 

Kesimpulannya, ibu rumah tangga juga ibu bekerja. Namun, mereka bekerja di ranah domestik alias rumah tangga. Surat Keterangannya langsung turun dari Allah dan gajinya baru nanti dibayar di akhirat oleh Allah. Saya makin semangat menjalani peran baru saya setelah membaca buku ini. Ekspektasi saya terpenuhi. Konten buku ini begitu bagus karena mengumpulkan cerita yang menyentuh dari ibu-ibu muda pembelajar. Bismillah, yuk semangat bunda yang sedang menata hati, pikiran, perasaan dalam rangka menjadi ibu rumah tangga penuh waktu!

Rating:

3,5 dari 5

JPPSFTM5

JPPSFTM4

JPPSFTM3

JPPSFTM1

Jika ingin memiliki buku ini, silakan dipesan di sini atau hubungi bunda Itsnita Husnufardani via Facebook.

Keep happy as a full time mom. Keep reading nutritious books, Moms!

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

2 Comments

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: