Review Buku Sebening Air Perigi Ananda: Mengasuh Buah Hati dengan Hikmah di Era Digital

Penerbit: Paradigma Publishing House
Halaman: 263
Harga: 85.000,-
Di era digital yang semakin ‘kejam’ ini, orangtua tentu membutuhkan panduan dalam mengasuh buah hatinya. Ibu Yeti Widiati, seorang psikolog perkembangan, mengupas tuntas dari A-Z pengasuhan anak dalam buku setebal 263 halaman. Beliau menuturkan banyak teori psikologi menjadi mudah dipahami orang awam.
Mengapa judul buku ini “Sebening Air Perigi Ananda”? Karena beliau mengacu pada filosofi sederhana yaitu membimbing anak menjadi ‘penggali sumur’ yang kelak menghasilkan sumber air. Menggali sumur memang penuh perjuangan, dibandingkan dengan langsung memberikan air.
photo_2016-10-13_18-49-16
photo_2016-10-13_18-49-21
photo_2016-10-13_18-49-20
  photo_2016-10-13_18-49-24
Apa sih manfaat yang akan kita dapat setelah membaca buku ini? Kita akan mengetahui bagaimana:
  • Menjadi orangtua pada era digital;
  • Menyiapkan diri menjadi orangtua idaman anak;
  • Memperbaiki kualitas komunikasi orangtua kepada anak;
  • Mendampingi perkembangan buah hati tercinta;
  • Menjawab ragam pertanyaan populer seputar pengasuhan anak.

 

Kelima poin besar tersebut diulas ke dalam lima perigi (sumur; sumber air):
  • Perigi pertama: Mengawani Perubahan
  • Perigi kedua: Menyiapkan Perbaikan
  • Perigi ketiga: Menggugahkan Komunikasi
  • Perigi keempat: Meniti Perkembangan
  • Perigi kelima: Mengolah Tanya
Penulis adalah ibu dari tiga anak dengan seorang anak penyandang Crouzon Syndrome (kelainan perkembangan tulang kepala). Sebagai psikolog yang menangani beragam kasus perkembangan anak dan remaja, termasuk pengalaman mendampingi buah hati tercinta, beliau tergugah untuk “membumikan” konsep dan teori Psikologi Perkembangan agar mudah dicerna dan dipraktekkan para orangtua dalam mendampingi pertumbuhan putra-putrinya. 
Isu-isu yang dibahas Ibu Yeti pun sangat up-to-date. Di dalamnya juga dijumpai bab yang menggunakan istilah ‘kurang piknik’, Full-Time Mother vs Working Mother, Introvert, dll.
Berkali-kali saya manggut-manggut sendiri, merenung, serta trenyuh saat membaca buku tulisan alumniUniversitas Padjajaran iniini. Penuh dengan kejadian sehari-hari, membaca buku ini seperti mendengarkan Ibu Yeti bertutur langsung kepada pembaca tanpa kesan menggurui.
Pembaca bisa membacanya secara acak ataupun berurutan. Tidak hanya untuk yang sudah mempunyai anak, yang belum pun dapat mengambil banyak pelajaran dari buku ini agar nantinya bisa mengasuh anak dengan baik.
Bagi saya yang masih dan baru saja memiliki bayi, buku ini menjadi panduan dan pengingat bagi saya agar dapat menjadi orangtua yang dapat berkomunikasi dengan baik dengan anak.
Ada dua kutipan di awal dan akhir buku ini yang sangat inspiratif:
“Pertumbuhan dan perkembangan anak perlu dilakukan secara seimbang, sesuai dengan tahapan usianya. Cepat di satu aspek (misalnya cepat memahami pelajaran) bukan berarti bahwa semua aspek perkembangan lainnya juga sama cepat.”
 
“Tuntaskan masalah pada masa lalu agar tidak menjadi kerikil pada masa depan. Ajarkan anak menyelesaikan masalahnya yang “kecil” pada masa kecil sehingga tidak menjadi masalah dan beban “besar” pada saat besar.”
Siapkah menjadi orangtua idaman anak di zaman digital ini?
photo_2016-10-13_18-49-23

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

2 Comments

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: