RR [Renungan Ramadan] #1: Denting Jam Dinding

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dalam rangka bulan Ramadan dan program memaksa diri untuk menulis setiap hari, maka saya berusaha menulis ulang dengan bahasa saya sendiri, tulisan dari hasil apa yang saya baca. Saya beri judul RR, singkatan dari Renungan Ramadan. Semoga menginspirasi 🙂

***

Hidup kita ini mungkin seperti sebuah jam dinding. Mau orang melihatnya atau tidak… ia tetaplah berdenting. Mau dilihat orang atau tidak, ia tetaplah bergerak, bukannya bergeming. Mau dihargai orang atau tidak, ia tetaplah berputar. Walau tak ada yang ucapkan terima kasih, ia tetaplah bekerja.

Dalam hidup, perlu adanya keseimbangan antara bekerja, bermain, keluarga, dan waktu pribadi. Kita perlu memutuskan bagaimana kita ingin menyeimbangkan hidup kita.

Hidup ini hanya sebentar saja. Kata orang, “Urip iku mung mampir ngombe(Hidup itu hanyalah mampir minum).”

Jangan sia-siakan hidup kita, kawan. Karena hidup kita, perlu diseimbangkan dan dinikmati. Bukankah ada pepatah pula yang berkata, hidup sekali, berarti, sudah itu mati? Namun ingatlah setelah dimatikan kita akan dihidupkan kembali.

Satu hal lagi… Teruslah berbuat baik pada sesama… Meskipun tak ada yang melihat perbuatan baikmu… Meskipun tak ada yang menilai perbuatan baikmu…

Ingatlah jam dinding yang berdenting di sudut rumahmu. Ingatlah dua malaikat yang senantiasa mencatat perbuatan-perbuatanmu.

Surabaya, 29 Juni 2014



image courtesy: http://www.deviantart.com/art/Tictell-Clock-Company-120358405

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: