RR [Renungan Ramadan] #10: Mereka Bernama Anak-Anak

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dalam rangka bulan Ramadan dan program memaksa diri untuk menulis setiap hari, maka saya berusaha menulis ulang dengan bahasa saya sendiri, tulisan dari hasil apa yang saya baca. Saya beri judul RR, singkatan dari Renungan Ramadan. Semoga menginspirasi 🙂
***
Mereka, yang dengan damainya,
tidur di pangkuan ibunya… 
Mereka, yang tak ada kepalsuan sedikitpun dalam senyumnya…
Mereka, yang dengan riangnya,
berlarian di halaman sekolah,
walau tahu besok banyak Pekerjaan Rumah…
Mereka, yang tidak perlu mengerti arti kata cinta,
namun semua tindakan mereka dilandasi cinta.
Mereka, yang akan masuk surga jika meninggal,
karena belum menanggung dosa…
Mereka, yang hampir selalu ceria,
walaupun masalah datang menghadang,
sesekali mungkin marah,
namun dengan mudah kembali lagi gembira,
tanpa dendam, luka, dan sakit hati dalam melalui hari-harinya…
Mereka, yang dengan tubuh mungilnya,
ingin selalu kita dekap dan sayang, 
bukannya kita caci dan telantarkan.
Mereka bernama anak-anak…
Kau harus bersyukur,
nyatanya, kini kau sudah dewasa,
jangan pernah ingin dikembalikan ke masa kecil,
hadapi saja masa yang sekarang,
masa di mana mereka yang masih anak-anak membutuhkanmu 🙂
Rasulullah Muhammad SAWpun amat menyayangi anaknya…
“Rasulullah SAW shalat bersama sahabatnya, lalu beliau sujud. Ketika itu datanglah Hasan yang tertarik melihat Rasulullah SAW sedang sujud, lalu naiklah Hasan ke punggung Rasulullah SAW yang mulia saat beliau sedang sujud. Rasul memanjangkan sujudnya agar tidak menyakiti Hasan. Usai shalat, ia meminta maaf kepada jamaah shalat dan mengatakan, “Anakku tadi naik ke punggungku lalu aku khawatir bila aku bangun dan menyakitinya. Maka aku menunggu sampai ia turun.” (HR. An Nasai)
Semoga kita dikaruniai keturunan yang soleh dan solehah,
yang dapat mengantarkan kedua orangtuanya ke surga.
Aamiin.
“Didiklah anak-anak kalian dalam tiga perkara: mencintai Nabimu, mencintai keluarganya dan tilawah al-Quran, sebab orang yang memelihara al-Quran itu berada dalam lindungan singgasana Allah bersama para NabiNya dan orang-orang yang suci, pada hari tidak ada perlindungan selain daripada perlindunganNya.” (H.R. Ath-Thabrani dari Ali ra.)
“Apabila manusia mati maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, atau anak shaleh yang mendo’akannya.” (HR. Muslim, dari Abu Hurairah)
Surabaya, 7 Juli 2014

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: