RR [Renungan Ramadan] #12: Aku dari Venus, Kamu dari Mars

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dalam rangka bulan Ramadan dan program memaksa diri untuk menulis setiap hari, maka saya berusaha menulis ulang dengan bahasa saya sendiri, tulisan dari hasil apa yang saya baca. Saya beri judul RR, singkatan dari Renungan Ramadan. Semoga menginspirasi 🙂
***
Aku perempuan, kamu laki-laki.
Konon katanya kita berasal dari dua planet yang berbeda.
Aku dari Venus,
dan kamu dari Mars.
Kita memang berbeda.
Kita diciptakan berlainan agar dapat menyeimbangkan dunia.
Aku lebih sering bermain dengan perasaan,
dan kamu lebih sering bermain dengan logika.
Aku lebih produktif mengeluarkan kata,
sedangkan kamu lebih susah mengeluarkannya.
Tak hanya itu,
aku pun katanya kekurangan agama,
karena selalu ada masa dimana si bulan itu datang,
yang membuatku tak bisa terus-terusan shalat sepertimu, wahai makhluk Mars.
Dalam hadits yang muttafaqun ‘alaih disebutkan,
“Aku tidak pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya paling bisa mengalahkan akal lelaki yang kokoh daripada salah seorang kalian (kaum wanita).” Maka ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apa maksudnya kurang akalnya wanita?” Beliau menjawab, “Bukankah persaksian dua orang wanita sama dengan persaksian seorang lelaki?” Ditanyakan lagi, “Ya Rasulullah, apa maksudnya wanita kurang agamanya?” “Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa?”, jawab beliau. (HR. Bukhari no. 1462 dan Muslim no. 79)
Tuhan telah adil dalam menciptakan keseimbangan di dunia ini.
Bagaimana jika di dunia ini berisi laki-laki seluruhnya? 
Bagaimana jika di dunia ini berisi perempuan seluruhnya? 
Tentu sangat membosankan.
Sesungguhnya perempuan dan laki-laki adalah pasangan, bukanlah lawan.
Tidak ada yang lebih tinggi derajatnya daripada yang lain karena jenis kelamin,
Yang membedakan derajat kita adalah ketaqwaan masing-masing kepadaNya.
Sedikit pesanku untuk para perempuan di seluruh dunia…
Kalau kamu perempuan, memakai bajulah seperti perempuan.
Kalau kamu perempuan, bertingkah lakulah sebagai perempuan.
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari no. 5885).
Kalau kamu perempuan, carilah laki-laki, jangan cari perempuan.
Kalau kamu perempuan, berarti kamu cantik, orang yang berkata kalau kamu jelek adalah gila.
Kalau kamu perempuan, seharusnya kamu kuat.
Kalau kamu perempuan, seharusnya kamu bersyukur kepada Allah.
Kalau kamu perempuan, seharusnya kamu bahagia.
Dan kalau kamu laki-laki, lindungi dan berlemah lembutlah terhadap perempuan.
Dari Abu Hurairah R.A berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Berpesan baiklah terhadap para wanita, karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok ialah yang paling atas,. Jika engkau paksa meluruskannya dengan kekerasan akan patah dan jika engkau membiarkannya pasti akan tetap bengkok, oleh karenanya berpesan baiklah terhadap para wanita”. (Hadits Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim).
Kamu tak perlu menyesal dilahirkan sebagai laki-laki.
Begitu pula aku, tak perlu menyesal dilahirkan sebagai perempuan.
Dulu, aku pernah menyesal terlahir sebagai perempuan,
dan ingin dilahirkan lagi sebagai laki-laki.
Sekarang, saat aku mengingatnya,
aku menyesal karena pernah menyesalinya.
“Wahai seluruh manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (terdiri) dai lelaki dan perempuan dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu adalah yang paling bertakwa.” (QS al-Hujurât [49]: 13).
Rasulullah juga bersabda: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya.” (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,
Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.”
(HR. An Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Ar Rum : 21).
“Kaum laki laki itu adalah pemimpin pemimpin bagi kaum wanita karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki laki) atas sebagian yang lain (waniat) dan karena mereka (laki laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (Qs.An Nisa’: 34)
Surabaya, 13 Juli 2014

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: