RR [Renungan Ramadan] #2: Lembut tapi Tajam

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dalam rangka bulan Ramadan dan program memaksa diri untuk menulis setiap hari, maka saya berusaha menulis ulang dengan bahasa saya sendiri, tulisan dari hasil apa yang saya baca. Saya beri judul RR, singkatan dari Renungan Ramadan. Semoga menginspirasi 🙂

***

Ada satu bagian pada tubuh kita yang sangat berbahaya.
Seperti pedang.
Apakah itu?
Coba julurkan lidahmu. 

Lidah kita lembut, tapi tajam.
Jangan sekali-kali coba diasah.
Sebab, tidak diasah pun, sang lidah bisa mengiris hati sampai bekasnya sulit dihilangkan.

Lidah kita lembut, tapi tajam.
Dengannya, volume kepala dapat menjadi lebih besar hingga ke angkasa luar.
Jangan pernah diteruskan.
Sebab, jika diteruskan, kita bisa lupa diri.

Lidah kita lembut, tapi tajam.
Sang lidah kadang sangat gatal.
Seluruh keburukan orang lain bisa tersebar dengan begitu cepatnya.

Namun, lidah kita dapat pula menjadi penyejuk jiwa.
Menyenangkan hati yang gundah
Membersihkan hati yang ternoda

Itulah lidah yang lembut tapi tajam.
Yang kata orang tak bertulang.
Berhati-hatilah menggunakan lidahmu.

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia bicara yang baik atau diam.”
(HR. Bukhari dari Abu Hurairah ra.)





Surabaya, 30 Juni 2014.

image courtesy: tumblr.com

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: