RR [Renungan Ramadan] #3: Bisakah Kau Menangis?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dalam rangka bulan Ramadan dan program memaksa diri untuk menulis setiap hari, maka saya berusaha menulis ulang dengan bahasa saya sendiri, tulisan dari hasil apa yang saya baca. Saya beri judul RR, singkatan dari Renungan Ramadan. Semoga menginspirasi 🙂

***



Saat di perantauan,
mungkin kau pernah menangis karena rindu rumah.
Rindu tatapan teduh mata Ibunda,
rindu belaian kasih sayang Ayahanda,
rindu bertengkar kecil dengan saudara.

Saat sedang berjauhan,
mungkin kau pernah menangis karena rindu pada pasanganmu.
Atau, jika bukan pasangan, pada seseorang yang kau berikan ruang di hatimu.

Saat sedang marah,
mungkin kau pernah menangis.
Entah menangis karena menyesali kemarahanmu,
atau menangis mengapa kau tak bisa melampiaskannya dengan cara lain.

Tapi…
pernahkah kau menangis…
saat halaman kitab suci terbuka lebar di depanmu…
saat ayat-ayat penuh ancaman api neraka…
saat ayat-ayat penuh gambaran indahnya surga,
kau baca terang-terangan pada kitab sucimu?

Pernahkah kau menangis,
karena kau rindu sekali….
rindu melihat wajahNya
rindu bertemu rasulNya
rindu akan surgaNya
atau… rindu bertemu baitullah?

Pernahkah?

Ingatkah kau dengan dosa-dosamu yang kian menggunung?
Dosa-dosa yang kau anggap ringan,
tapi kau lakukan terus berulang,
sehingga noda hitamnya memenuhi seluruh hatimu?

Pernahkah?

Maka pada saat ini pula, di bulan penuh berkah ini, cobalah menangis.
Tentunya, menangis karenaNya.

Kau tetap tidak bisa menangis?
Jika tak kunjung ada air mata di ujung matamu,
tangisilah dirimu yang tak bisa menangis itu.

Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. (QS. Maryam [19]: 58)

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Ada tujuh kelompok yang akan memperoleh naungan Allah, pada hati yang tiada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: 1) pemimpin yang adil. 2) pemuda yang giat beribadah kepada Allah. 3) seseorang yang hatinya selalu digantungkan [ditautkan] dengan masjid. 4) dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah. 5) seorang laki-laki yang dirayu oleh seorang perempuan bangsawan yang cantik rupawan, lalu ia berkata: “Sesungguhnya aku takut kepada Allah. 6) seseorang yang memberikan sedekah lalu disembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya. 7) seseorang yang mengingat [berdzikir] kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian kedua matanya bercucuran air mata.” (HR Bukhari dan Muslim).


Karena, menangis karena Allah adalah suatu kenikmatan yang tak dapat dilukiskan dengan apapun.

Surabaya, 2 Juli 2014.

image courtesy: http://www.islamictreasure.com/wp-content/uploads/2011/07/A-Tear-in-Ramadaan.jpg

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: