RR [Renungan Ramadan] #4: Kehilangan?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dalam rangka bulan Ramadan dan program memaksa diri untuk menulis setiap hari, maka saya berusaha menulis ulang dengan bahasa saya sendiri, tulisan dari hasil apa yang saya baca. Saya beri judul RR, singkatan dari Renungan Ramadan. Semoga menginspirasi 🙂

***



Pernahkah kau merasa sudah sangat berhati-hati menjaga sesuatu atau seseorang,
namun pada suatu hari, ia lenyap dari pandanganmu begitu saja?

Pernahkah kau  merasa kehilangan sesuatu atau seseorang,
lalu menangis, meratap, berteriak-teriak seperti orang hilang akal?

Akan ada suatu masa dimana kita mungkin diuji dengan kehilangan pasangan hidup,
kehilangan harta,
kehilangan jabatan,
bahkan mungkin hanya kehilangan charger telepon genggam.
Yang perlu kita siapkan adalah mental yang super kuat 
dimulai dari ketika baru saja mendapatkan sesuatu.
Mental level baja untuk menghadapi sepaket kado dari Tuhan, yaitu dipinjami dan kehilangan.

Apa yang sebenarnya membuat kita merasa seperti kurang ikhlas melepas sesuatu?
Apa yang sebenarnya membuat kita berat menghadapi kenyataan kehilangan?

Apa tadi kataku? Kehilangan?
Tidak, kita tidak akan pernah merasa kehilangan.
Segala sesuatu yang kita bilang ‘milik kita’ bukanlah milik kita.

Kita punya apa?
Tidak. Kita tidak punya apa-apa.

Bahkan tubuh dan jiwa kita bukanlah milik kita sendiri.
Kita hanya dipinjami.
Jagalah baik-baik, sesuatu yang sudah dipinjamiNya untukmu.
Allah bebas mengambilnya sewaktu-waktu, dengan cara yang Dia mau.

Sejatinya, kita tak pernah dan tak boleh merasa kehilangan karena sesungguhnya kita terlahir tak memiliki apa-apa.


“Katakanlah, ‘Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).’” (QS. Ali-Imran: 26-27)


Surabaya, 3 Juli 2014.

image source courtesy: rifdiasoediro.blogspot.com

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: