RR [Renungan Ramadan] #8: Menunggu Waktunya Tiba

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dalam rangka bulan Ramadan dan program memaksa diri untuk menulis setiap hari, maka saya berusaha menulis ulang dengan bahasa saya sendiri, tulisan dari hasil apa yang saya baca. Saya beri judul RR, singkatan dari Renungan Ramadan. Semoga menginspirasi 🙂
***
Suatu sore, seorang kawan berkata padaku,
bahwasanya setiap orang memiliki waktunya masing-masing.
Kucerna kata-katanya baik-baik.
Ya. Setiap orang sudah ditakdirkan waktunya sendiri-sendiri.
Coba kubagi menjadi tiga fase besar dalam hidup.
Fase pertama, kapan ia lahir.
Waktu di mana kita pertama kali dikeluarkan dari rahim ibunda.
Fase kedua, kapan ia menikah.
Waktu di mana kita bertemu dengan tulang rusuk kita.
Fase ketiga, kapan ia mati.
Waktu di mana kita bertemu dengan sang pemilik semesta.
Fase pertama, sudah kita lewati dengan baik. 
Kita sudah tumbuh dewasa, sampai sebesar ini.
Sekarang, mungkin, aku dan kamu, akan melewati fase kedua.
Kumohon, janganlah terlalu sering bertanya, “Kapan waktuku?”
Bisa-bisa, kita sibuk bertanya, sampai lupa bagaimana mempersiapkannya.
Bersabarlah menunggu waktumu sendiri-sendiri. Semua sudah digariskanNya.
Bersiap-siaplah, sebaik dan semampu yang kita bisa.
Tak ada yang tahu, kapan kamu menikah, kapan kamu mati,
kecuali Tuhan yang Maha Pencipta.
Saat ini, yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha mempersiapkan dengan sebaik-baiknya,
sampai waktunya tiba…
“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu. Maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri”. Ath-Thur: 48
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, ‎sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.‎” Al Baqarah: 153
Surabaya, 7 Juli 2014 
Dalam malam yang hening, berusaha bersabar.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: