Seharusnya Tak Perlu Ada Kata Menyesal

Seharusnya tak perlu ada kata menyesal.

Tak perlu ada kata menyesal.

Jika dalam diri ini ada segenggam iman, mengapa kita masih mempertanyakan ketentuan Tuhan?

Tak semua yang kau inginkan harus kau dapatkan.

Tak semua yang kau idamkan harus Dia kabulkan.

Ya Tuhan, maafkan aku yang sering merutuki nasibku.

Ya Tuhan, maafkan aku yang selalu saja mengeluh saat doa tak kunjung kau kabulkan dan berkata “apa dosaku?”

Jika masih ada pintu ampunan, tolong bukakan lebar-lebar untukku.

Untuk hambamu yang masih suka menyesali keputusan yang diambilnya sendiri.

Untuk hambamu yang sudah tahu sejak kecil bahwa iman yang terakhir adalah iman kepada ketentuan-ketentuan-Mu.

Hamba siap menerima ujian-ujianmu.

Karena hamba tahu, itu tanda sayang-Mu padaku.

Surabaya, 25 Maret 2017

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: