Semua Anak adalah Bintang, Setuju?

Semua anak adalah bintang. Baik dia laki-laki, perempuan, anak nomor satu, nomor dua, nomor buncit, sampai anak satu-satunya pun. Mereka semua pintar, tidak ada yang bodoh. Mereka semua pintar, tidak ada yang nakal. Mereka bodoh dan nakal itu gara-gara label dari kita sebagai orangtua. Kitalah yang harus memandu mereka dengan sebaik-baiknya untuk menemukan misi spesifik hidup mereka. Sejak dalam kandungan! Ya, kita harus memberikan yang terbaik yang kita bisa, fasilitasi anak-anak dan sabar mengamati beragam aktivitasnya.


 

Institut Ibu Profesional
Kelas Bunda Sayang sesi #7

SEMUA ANAK ADALAH BINTANG

Anak-anak yang terlahir ke dunia merupakan anak-anak pilihan, para juara yang membawa bintangnya masing-masing sejak lahir. Namun setelah mereka lahir, kita, orang dewasa yang diamanahi menjaganya, justru lebih sering “membanding-bandingkan” pribadi anak ini dengan pribadi anak yang lain.

BANDINGKANLAH ANAK-ANAK KITA DENGAN DIRINYA SENDIRI, BUKAN DENGAN ANAK ORANG LAIN

Jadi kalimat yang harus sering anda keluarkan adalah,

✅ “ *Apa bedanya kakak 1 tahun yang lalu dengan kakak yang sekarang?*”

bukan dengan kalimat

❌ “Mengapa kamu tidak seperti si A, yang nilai raportnya selalu bagus?”

❌ ”Mengapa kamu tidak seperti adikmu?”

Kita, orang dewasa yang dipercaya untuk melejitkan “ _mental jawara_” anak, justru lebih sering memperlakukan mereka menjadi anak rata-rata, yang harus sama dengan yang lainnya.

MEMBUAT GUNUNG, BUKAN MERATAKAN LEMBAH

Ikan itu jago berenang, jangan habiskan hari-harinya dengan belajar terbang dan berharap terbangnya sepintar burung

Seringkali kalau ada anak-anak yang tidak menyukai matematika, kita paksakan anak untuk ikut pelajaran tambahan matematika agar nilainya sama dengan anak-anak yang sangat menyukai matematika. Ini namanya meratakan lembah. Anak akan menjadi anak yang rata-rata.

Burung itu jago terbang, apabila sebagian besar waktunya habis untuk belajar terbang, maka dalam beberapa waktu ia akan menjadi maestro terbang

Anak yang terlihat berbinar-binar mempelajari sesuatu, kemudian orangtuanya mengijinkan anak tersebut menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajari hal tersebut, maka kita sedang mengijinkan lahirnya maestro baru. Ini namanya membuat gunung. Anak akan memahami misi spesifiknya untuk hidup di muka bumi ini.

ENJOY, EASY, EXCELLENT, EARN

Kita sebagai orangtua harus sering melakukan “discovering ability” agar anak menemukan dirinya, dengan cara mengajak anak kaya akan wawasan, kaya akan gagasan, dan kaya akan aktivitas.

Sehingga anak dengan cepat menemukan aktivitas yang membuat matanya berbinar-binar (enjoy) tak pernah berhenti untuk mengejar kesempurnaan ilmu seberapapun beratnya (easy)dan menjadi hebat di bidangnya (excellent).

Setelah ketiga hal tersebut di atas tercapai pasti akan muncul produktivitas dan apreasiasi karya di bidangnya (earn).

ALLAH TIDAK PERNAH MEMBUAT PRODUK GAGAL

Tidak ada anak yang bodoh di muka bumi ini, yang ada hanya anak yang tidak mendapatkan kesempatan belajar dari orangtua/guru yang baik, yang senantiasa tak pernah berhenti menuntut ilmu demi anak-anaknya, dan memahami metode yang tepat sesuai dengan gaya belajar anaknya.

ANAK-ANAK TERLAHIR HEBAT, KITALAH YANG HARUS SELALU MEMANTASKAN DIRI AGAR SELALU LAYAK DI MATA ALLAH, MEMEGANG AMANAH ANAK-ANAK YANG LUAR BIASA

 

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

 

📚Sumber bacaan

Septi Peni Wulandani, Semua Anak adalah Bintang, artikel IIP, 2016

Abah Rama, Talents Mapping, Jakarta, 2016

Dodik Mariyanto, Belajar Cara Belajar, paparan seminar, 2016


Si kecil sangat senang ketika mengamati sapi dan kambing saat Idul Adha lalu. Ini pengalaman idul adha pertamanya dan mungkin juga pertama kali melihat sapi dan kambing secara live! Bahkan juga melihat kambing yang buang air besar hihihi.

Si kecil beberapa kali berteriak dan agak lari. Ia ingin mendekat, tapi belum terlalu berani. Tidak seperti kalau ke kucing. Mungkin dia takut karena sapi dan kambing ukurannya lebih besar dari badannya.

Setelah melihat sapi dan kambing, dia juga berkeliaran di halaman masjid sambil menuju ke kolam ikan. Sepertinya dia suka sekali melihat air. Dia berseru, “Ai…ai” yang artinya “air..air”.

 

IMG_20170901_101830
Melihat Kambing dan Sapi di Masjid

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: