Singapore: More Than Just a Red Dot

Red Dot. Titik Merah. Kau tahu, di peta dunia, seperti apa rupa negeri Singapura yang terkenal kaya nan megah itu? Ya, hanya sebuah titik merah. Suatu hari saya diberi kesempatan untuk pergi ke Singapura bersama teman-teman sekelas. Kami, sekelompok mahasiswa arsitektur yang haus akan wisata cuci mata, memilih negeri Singapura sebagai jujugan belajar arsitektur. Empat hari berada di sana, cukuplah bagi kami memahami betapa besar usaha Singapura yang hanyalah sebuah titik merah di peta hingga namanya bisa melanglang buana ke seluruh dunia. Saat ini, hampir tidak ada negara di dunia yang tak mengenalinya! Ada sebuah pelajaran yang dapat dipetik dari Singapura. Negeri berlambang singa berkaki ikan tersebut telah menunjukkan bagaimana seharusnya kita sebagai manusia. Dengan segala kekurangannya, manusia seharusnya tetap bisa menjadi luar biasa. Ya, seperti Singapura, sebuah titik merah yang telah berhasil mengubah citranya, hingga menjadi negara yang tak lagi dipandang sebelah mata. Oh ya, belakangan saya baru sadar mengapa bangunan merah merona yang saya lintasi waktu hujan turun ini dinamakan Red Dot Design Museum. 
(c) Adiar Ersti Mardisiwi, 2014

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: