[Sneak Peek] TWIN PATH: Teori Ali-Fatimah


***Elisa***
Surabaya, 11 Juni 2013
“Kak Faris, aku mau curhat, nih,” kuketikkan kata-kata itu di kolom message di Facebookku. Aku punya banyak teman laki-laki. Namun, entah kenapa, pada laki-laki satu ini, yang akan segera menggenap ini, aku tertarik untuk mencurahkan isi hati.
Satu menit berlalu. Tiga puluh menit. Satu jam. Tiga jam.
Hmm… Tidak dibalas. Mungkin ia sedang sibuk mempersiapkan pernikahan. Aku pun kembali menghabiskan waktu di layar laptop abu-abuku itu. Mencari-cari inspirasi untuk tugas akhirku.
Selepas shalat Maghrib, aku bergegas mengecek notifikasi di Facebook. Kulihat tanda merah di kolom message. Akhirnya dibalas juga.


“Hai Elisa. Maaf ya, aku tadi habis ngantor. Baru pulang, nih. Ada apa? Ciee.. mau curhat apa?”


Aku hanya bisa senyam-senyum sendiri.


“Hahaha. Iya, masalah hati, nih. Gini. Aku kan cewek… Gimana ya caranya kalo udah nemu sosok yang seperti itu… Huhu.”


tanpa basa-basi, aku yang sudah butuh jawaban dari tadi, segera saja nyerocos curhat.


“Jodoh itu yang ditetapkan sama Allah, namanya, tanggal ketemuannya, atau apanya, sih?”


tanyaku menginterogasi. Kepo. Penasaran level sejuta.
Sambil menunggu balasan dari pria kelahiran Klaten itu, pikiranku menerawang. Kira-kira, jodohku yang seperti apa, ya? Ganteng tidak, ya? Bagaimana kalau tidak ganteng? Pintar tidak, ya? Bagaimana kalau tidak pintar? ….
Di tengah-tengah lamunanku, Kak Faris ternyata sudah selesai menjawab curhatanku.


“Cowok dan cewek sama saja. Yang penting, jangan lupa untuk terus meminta. Allah itu seneng kalau kita minta ke Dia, seneng kalau kita curhat ke Dia. Semua udah ditetapkan, entah itu namanya, tanggalnya, dan lain-lainnya. Bahkan dengan perantara siapa kamu akan mengenalnya pun sudah ditetapkan sama Allah,”


Ia pun melanjutkan petuahnya.


“Pantaskan diri, percantik hati. Kalau kamu ingin suami kayak Ali, ya kamu harus jadi kayak Fatimah. Kalau ingin suami kayak Pak Habibie, kamu harus bisa jadi kayak Ibu Ainun.”



“….”


So? lelaki macam apa yang kamu inginkan? Jadilah dulu wanita yang diidamkan. Ini sama kayak pelajaran PPKn waktu SD: dahulukan kewajiban baru menuntut hak. Dahulukan dulu memperindah dan mempersiapkan diri baru Allah akan memberi. Tetap semangat, yes!”


Aih, pintar sekali Kak Faris. Pantesan, dia cepat sekali dapat jodohnya, di usianya yang baru duapuluh tiga.
Seketika aku langsung bersemangat. Kuketikkan lagi balasanku,
“ :’D Hoo iya , kalo teori Ali-Fatimah aku tahu, Kak. Tapi kalo yang masih belum tahu nih, apa boleh yang cewek ngajuin ke cowok duluan? Apakah masih pantas di era global kayak gini?”


Kak Faris membalas,
“Hoho. Pertanyaan ini akan beda-beda jawabannya jika kamu tanyakan ke beberapa orang. Buat aku, why not? Bukan berarti ketika cewek mengajukan duluan, dia harus secara langsung ngomong ke cowoknya, tapi bisa dengan cara memberikan perhatian lebih ke doi misalnya, bisa dengan membantu si doi ketika lagi butuh bantuan misalnya, dan beberapa contoh “kode” lainnya, yang aku tahu kamu lebih kreatif daripada aku.”


“ 😮 “
hanya itu emoticon yang bisa kutulis untuk membalas pesannya.


“Haha. Semangat ya!”
Sepertinya Kak Faris lelah menceramahiku.


“Ooh, begitu ya. Sip, deh. Makasih ya, Kak!”
balasku secepat kilat setelah membaca petuahnya.


Secercah cahaya dan semangat dari Surga seketika menghujaniku. Kini aku bersemangat EMPAT LIMA dalam mencari pemilik separuh jiwa. Masih ada lubang di hati ini yang lebar menganga, yang harus ditutup segera, entah oleh siapa.
Eh, ternyata Kak Faris mengetik lagi.


“Semoga cepat dipertemukan dengan jodohnya, ya. Kenalan, langsung nikah. InsyaAllah sudah ditetapkan kapan tanggalnya dan mau ditemuin di mana sama Allah. Percaya, deh,”


tutup kak Faris menenangkanku.


Percakapan singkatku dengan seseorang yang baru kukenal itu membuat rasa percaya diriku meningkat pesat. Sepertinya…. jodohku sudah dekat. Eh, pede amat? Tapi, entah siapa dan di mana.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: