Suatu Hari Nanti Aku Pasti Pergi ke Jerman

Pergi ke luar negeri adalah salah satu aktivitas yang memunculkan endorfin yang juga memacu adrenalin. Jika aku diberi kesempatan untuk memilih negara dalam program pertukaran ke luar negeri, tentu saja aku ingin memanfaatkan kesempatan itu untuk pergi ke kampung halamanku, Jerman. Di sanalah, 21 tahun 10 bulan yang lalu aku dilahirkan tepatnya di kota kecil: Darmstadt. Letaknya di negara bagian Hessen. Motivasi utama mengikuti program ke Jerman ialah tentunya ingin melihat seperti apa tempatku dilahirkan dulu, dong. Walaupun kotaku hanyalah kota yang acapkali tak muncul namanya di peta, aku tidak peduli. Aku benar-benar ingin memandang rumah sakit tempatku dilahirkan dari jarak dekat dan juga menyanyikan lagu kebangsaan Jerman di depan Luisenplatz di Darmstadt sambil bercengkerama dengan burung-burung yang hinggap di sekitarnya.
Sebagai mantan mahasiswa arsitektur, berkelana ke suatu tempat tanpa menikmati dan mempelajari arsitekturnya bagaikan makan sayur tanpa garam… dan juga, haram hukumnya :p Jadi, kalau diberi kesempatan menjelajah negeri itu, pastinya bangunan-bangunan berarsitektur Gothik, Renaisans, dan Baroque, akan aku dahulukan untuk diabadikan di kamera. Setelah itu, baru deh menikmati urban parks-nya. Aku juga ingin melihat Landscape Park Duisburg Nord, sebuah taman kota yang berasal dari ‘daur ulang’ sebuah kawasan pabrik. Keren, kan? Lalu semoga bisa pergi ke Frankfurt Book Fair, pameran buku terbesar di dunia! Hmm.. pasti asyik sekali. Membayangkannya saja sudah menyenangkan.
Mengikuti pertukaran di negara lain harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Lalu, jangan sampai melupakan keinginan tololku di zaman SMA. Dulu aku sempat punya keinginan untuk bertemu Thomas Mueller, si pemain sepakbola yang masih muda dan tampan itu, lho. Mimpi itu aku tuliskan di sebuah kardus dan dipasang di sebuah pameran beberapa tahun yang lalu. Hehehe. Selanjutnya, tak lupa ingin merasakan naik trem dan membaca sambil sesekali memandang keindahan alam dari tepi Sungai Rhein, Sungai Elbe, Sungai Donau, Sungai Weser, dan Sungai Main! Selain itu, motivasiku ialah ingin mengulang sejarah seperti kedua orangtuaku yang menempuh studi lanjut di negeri berbendera merah-kuning-hitam itu. Jika tidak diberi kesempatan studi lanjut ke sana, exchange program saja juga boleh kok :”( Yang penting pergi ke Jerman si kampung halaman! Yah, jika diperbolehkan mengajak pasangan hidupku nanti, tentu aku akan membawanya serta 😉 Aamiin. Semoga Malaikat dan Tuhan mendengarkan doaku ini dan juga doa siapapun yang berkomentar di laman ini.

Nama: Adiar Ersti Mardisiwi
Akun Twitter/Facebook: @erstiecci / Adiar Ersti Mardisiwi
Link share: https://twitter.com/erstiecci/status/512295710922776577

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: