Suatu Saat Nanti Kita Pasti Bersua Lagi

Buat sebuah keluarga muda muslim, tentu impian naik haji dan umroh masuk dalam daftar bucket list-nya. Doa bersama pasangan sehabis salat, memohon di kala hujan, antara azan dan iqamah, atau saat sedang bersafar pun jadi senjata.

Hunting biro travel yang terpercaya, harga backpacker sampai mengurus paspor dan tabungan haji atau umroh pun dijabani satu demi satu demi mendekatkan langkah ke rumah Allah. Benar, bukan?

Begitu pula yang terjadi pada keluarga kecil saya. Keluarga yang saya dan suami beri nama: Creator Family. Keluarga kami memiliki prinsip: halal, bermanfaat, mandiri, serta jujur.

Alkisah, seorang kenalan kami memberikan rekomendasi travel umroh backpacker. Tergiur akan iming-iming pengurusan yang mudah dan murah, saya langsung menghubungi contact person yang tertera. Saat bincang-bincang di WhatsApp, saya diberi list paket destinasi dan harganya. Wowww, memang benar, lebih murah dari travel umroh biasanya. Saya pun mencari paket yang paling murah, hehehe. Saya lalu teriak bilang ke suami. “Mas, mas ini ada umroh murah Desember 2016 atau Februari 2017.” Suami awalnya masih belum yakin. Saya pun menunjukkan langkah-langkahnya, berapa uang mukanya, dan juga bagaimana cara mendapatkan uang untuk melunasinya. Bahkan, kata mbak contact person, kita bisa mencicilnya hingga lunas H-1 bulan. Asyik, deh.

Sampailah pada hari itu. H-1 bulan Idul Adha, kalau tidak salah ingat, sih. Kami langsung membayar DP sejumlah 4 juta rupiah. Seharusnya 8 juta rupiah karena dua orang. Tapi waktu itu kami baru punya uang 4 juta rupiah, alhasil kami bayarkan dulu, deh. Si mbak contact person pun menunjukkan nanti kita akan naik maskapai apa. Hmmm terbayang sudah umroh rempong sambil membawa bayi. Apalagi yang di bayangan saya, umrah ini nanti bakalan di bulan Desember atau Februari. Wah, bayi saya baru makan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI), dong. Apalagi dia lagi aktif-aktifnya babbling dan teriak. Hmm, bisakah kami?

Tiba-tiba beberapa minggu kemudian. “Brakkk,” mobil kami menabrak sebuah sepeda motor. Bumper mobil kami rusak. Saya pun sedih. Terbayang berapa juta untuk membetulkan mobil tersebut. Siang itu, bayi saya yang masih berusia 2,5 bulan, mengalami kecelakaan pertamanya. Walaupun kami alhamdulillah tidak apa-apa. Saat itu padahal kami baru saja selesai makan sate kelapa yang uenakkk rasanya.

Setelah kejadian itu kami kembalikan mobil itu kepada papa saya. Sejak saat itu kami tidak menggunakan mobil papa lagi. Kami memilih naik sepeda motor saja. Walaupun sederhana, dan walaupun kami harus naik taksi online semacam Uber, yang penting kami tidak menyetir mobil dulu. Sampai segitu kapoknya ya, kami.

Seketika impian umroh pun kandas. Begitu kami tahu biaya yang harus dikeluarkan untuk membetulkan mobil adalah 4 juta-an. Ya sudah, uang muka umroh pun kami tarik. Untungnya mbak contact person mau mengembalikan uangnya. Alhamdulillah ala kulli haal. 

Saya berpikir, mumpung ada umur, kenapa sih ga umroh dulu aja, yang mengurusnya cepat dan insyaAllah berangkat. Kalau haji kan harus menunggu sampai 10-20 tahun. Iya kalau ada umur, kalau tidak, bagaimana? Saya penganut paham oportunis, haha.

Suatu saat nanti kita pasti bersua lagi…. Baitullah. Mungkin bukan dalam waktu dekat. Tapi suatu saat, ketika sang bayi sudah lebih bisa diajak berkompromi. Ketika ia sudah bisa pipis di toilet, ketika ia sudah bisa makan sendiri, ketika ia sudah bisa jalan, mungkin.

Suatu saat nanti kita pasti bersua lagi…. Baitullah. Bersama suamiku, bersama anakku, bersama keluargaku… Aamiin. InsyaAllah.

Ah, rencana Allah itu indah. Baitullah itu dekat, kok. Dekaaaat sekali. Tinggal kaki kita mau melangkah atau tidak. Tinggal menunggu giliran kapan waktu yang tepat.

Mungkin Allah punya maksud untuk kami. Kami harus menyelesaikan tanggungan kami di sini, prioritas kami yaitu melunasi tanggungan kami. Mungkin Allah juga punya maksud untuk meluruskan niat kami, sampai kami benar-benar siap, sampai kami benar-benar nyaman untuk beribadah mengikuti perintahNya, di rumahNya.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: