Suka Duka Orangtua Muda

Baru dua minggu, wanita muda itu menjadi ibu. Baru dua minggu pula, pria muda berusia lebih dari dua puluh lima itu menjadi ayah.

Sukacita sudah pasti dirasakan mereka berdua. Namun, duka juga tak luput darinya. Pikir mereka, tak apalah sekarang menjadi duka, jikalau nanti di akhirat berbuah Surga.

Menjadi ibu di usia saat teman-teman sebayanya masih banyak yang bermain-main dengan kehidupan, tentunya menjadi suatu tantangan. Keinginan bermain pun harus ditahan-tahan.

Ibu muda itu mencuri-curi waktu untuk menulis, saat bayinya sudah tak lagi menangis. Entah menangis karena lapar, buang air kecil ataupun besar, maupun hanya karena dikitari atau digigit serangga besar.

Siklus tidur pun menjadi tak teratur. Waktu untuk diri sendiri jarang ditemui. Apalagi waktu berduaan dengan suami.

Di saat badan terasa tak nyaman, bayi mungil meminta makanan, tak mungkin permintaan itu diabaikan. Sumber makanannya saat ini hanya dari tubuh sang Bundanya yang kelelahan.

Saat ayah keluar rumah, ibu pun masih menyusui, kunci rumah yang hanya satu, dilempar ke depan pintu. Setelah lama, sang ayah pulang dan ibu lupa mengambil kuncinya.

Saat ibu melakukan banyak pekerjaan dalam waktu bersamaan, nasi yang akan ditanak di wadahnya pun belum dinyalakan. Ah, ya, pikirannya yang terbagi-bagi membuat beberapa pekerjaan jadi tidak maksimal dilakukan.

Saat bulan Ramadan, di mana orang-orang bersukacita puasa, salat malam, yang diakhiri dengan berlebaran, ibu muda itu tak kebagian jatahnya. Nifas yang kabarnya hingga empatpuluh hari bahkan lebih itu, membuatnya harus menikmati Ramadan tanpa ibadah khasnya.

Di balik semua itu, ibu dan ayah muda tak pernah menyesal memilih jalan itu semua. Yang ada di pikirannya, mencari pahala di usia semuda yang mereka bisa.

Ah, menjadi ibu dan ayah muda memang menantang. Semua harus dijalani dengan hati yang riang. Keputusan memiliki anak telah dibulatkan. Takdir Allah pun tak terelakkan. Bayi mungil hadir menambah semarak kehidupan dua insan.

Tapi tak apalah, jika semua lelah, yang lillah, akan mendapat ridha di sisi Allah.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: