Surat untuk Anakku

El Gouna, 9 Februari 2016

Anakku, apa kabarmu di dalam sana?

Gelapkah? Terangkah?

Dinginkah? Hangatkah?

Apa yang kamu pikirkan sembari bergerak-gerak?

Apakah kamu bisa dengar suara Ibu dan Bapak?
Tak terasa sudah satu semester kita habiskan bersama, Nak.

Terima kasih sudah menemani hari-hari Ibu dan Bapak.
Nak, sambil menunggu hari pertemuan kita nanti, izinkan Ibu menulis sedikit permintaan maaf Ibu untukmu.
Maafkan Ibu, Nak.

Ibumu ini belum bisa menjadi Ibu yang sabar.

Sakit punggung sedikit saja Ibu sudah mengeluh.

Lelah sedikit saja Ibu sudah mengeluh.
Maafkan Ibu, Nak.

Ibu belum bisa menjadi Ibu yang hebat.

Ibu belum bisa membagi waktu yang sama-sama berkualitas untuk belajar, mengurus rumah tangga, dan belajar ilmu untuk mendidikmu nanti.
Maafkan Ibu, Nak.

Ibu belum bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliah Ibu sekarang.

Bahasa Inggris Ibu tidak terlalu bagus, biasa saja.

Bahasa lainnya? Ibu baru saja belajar.

Tapi Ibu akan tetap semangat belajar dan mencari beasiswa karena bersama kamu.
Maafkan Ibu, Nak.

Saat hamil Ibu belum bisa sepenuhnya menghindari makanan dengan pewarna dan pengawet.

Begitu pula belum total mengurangi penggunaan gadget.

Tapi Ibu akan berusaha terus untuk memperbaikinya.
Maafkan Ibu, Nak.

Saat hamil harusnya banyak gerak dan olahraga.

Tapi Ibumu ini masih terhitung malas jalan pagi.

Apalagi udara dingin di sini yang membuat keluar rumah terasa berat.
Maafkan Ibu, Nak.

Seharusnya dengan kehadiranmu ini Ibu sendiri yang sering membacakan Quran, bukan suara syaikh dalam MP3.
Maafkan Ibu, Nak.

Memasak pun menunya hanya itu-itu saja. Kamu pasti bosan ya?

Maaf ya Nak, Ibu baru belajar memasak.

Ibu janji nanti kalau pulang ke Indonesia, Ibu kenalkan kamu dengan masakan-masakan aslinya.

Sabar, ya Nak.
Ibu belum bisa menjadi ibu yang baik dan hebat sekarang di mata orang-orang.

Ibu akan terus memperbaiki diri untuk kamu, Kindi.
Untuk anakku yang kini hanya bisa kupadang di layar monitor saat kontrol di dokter kandungan,

Ibu mencintaimu, bahkan sebelum kamu dipilihkanNya untuk menghuni rahim Ibu.
Doa Ibu untuk Kindi:

Semoga Kindi jadi anak sholeh dan menyejukkan hati.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: