Think Creative: Kegemaran Mencuci Piring Sejak Balita

Apa yang terjadi jika si kecil minta main air di dalam ruangan berukuran sekitar 7×3 m? Apakah kita akan langsung menurutinya? Nanti jatuh, nanti lantai basah, nanti capek ngepel, nanti…. dan seterusnya.

Padahal itulah yang terjadi hampir setiap hari di ruangan apartemen kami. Si kecil minta cuci piring alias ‘cicuk’ kalau dia bilang. Adegannya selalu sama, dia mulai mendorongkan kursi kerja untuk pijakan dan merengek-rengek mencuci piring. Wastafel/sink terletak di sebelah meja kerja dan itu berarti akan membasahi sebagian meja kerja kalau dia ‘berulah’ di sana. Tapi gapapa, bagi kami, lebih baik menuruti fitrahnya selama masih memungkinkan bagi kami untuk memfasilitasinya.

Untuk mengawasinya 100%, kami jelas tidak bisa. Jadi, untuk meringankan pekerjaan mengawasi ini, saya dan suami memutuskan mencari trik jitu. Yaitu dengan memasang keset untuk pijakan kursi agar tidak goyah. Kursi yang dipilih pun bukan kursi plastik yang mudah kepleset, tapi kursi berkaki besi. Jadi dia stabil berdiri dan bisa mencuci piring dengan bebas dan senang. Sebelumnya pun, bahan pecah belah sudah kami singkirkan terlebih dahulu.

Alhasil saya dan suami bisa fokus mengerjakan pekerjaan dan urusan lain tanpa harus was-was apakah dia jatuh, basah, dan lain-lain. Terima kasih juga untuk kanebo dan pel. Setelah anak selesai mencuci, yang harus kita lakukan adalah membereskan bekas ulahnya. Hehehe

Selamat membersamai fitrahnya mengerjakan pekerjaan rumahtangga. Siapa tahu dia ketika besar tidak segan membantu pekerjaan istrinya nanti. Maka, kebiasaan baik itu perlu kita pupuk dan fasilitasi sejak dini.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: