[Tulisan]: Menjaga Pernikahan Kita

oleh dr. Anna Purnamasari

8 Juni 2014

Kebun Bibit Surabaya

dalam kopdar komunitas To Be Wonderful Wife (2bWoW)

 

Ada tiga hal yang membuat motivasi menikah semakin kuat. Apa sajakah itu?

Pertama, menikah adalah bagian dari meraih cita-cita. Jadi, menikah itu BUKAN cita-cita. Kedua, potensi. Baik potensi fisik, ruhiyah, maupun pemikiran. Ketiga, peluang.Jika terdapat ketiga hal tadi, tentunya motivasi menikah kita semakin tinggi.

 

Lalu, mengapa sih kita harus menikah? Yang pertama, sebagai optimalisasi tujuan penciptaan manusia yang terdapat di QS 51:56 yaitu beribadah. Salah satu ibadah ialah dengan menikah.Yang kedua, manusia diciptakan menjadi khalifah di muka bumi, jadi kita harus memanfaatkan dan merawat yang ada di bumi ini. Coba kita lihat fenomena saat ini. Banyak anak-anak yang terlahir autis. Autis adalah anak yang sibuk dengan dunianya sendiri. Ia melakukan repetitive behaviour yang tidak bertujuan. Anak autis penyebabnya ialah terdapat banyak logam berat di dalam tubuh.Menikah tidak hanya sekedar karena usia sudah cukup, ada kecenderungan hati dengan seseorang, dan memang karena harus menikah. Kita harus pahami kedua filosofi tadi.

 

Jadi, menikah tidak hanya sekedar I LOVE YOU dan YOU LOVE ME. Tidak sesederhana itu! Ada misi di sana…

 

Lalu, apa sebenarnya fungsi menikah?dr. Anna memaparkan enam fungsi menikah, yaitu biologis, psikologis, reproduktif, sosial, mengokohkan dakwah dan peradaban, serta mendidik kualitas manusia.Mari kita bahas satu persatu.

1. BIOLOGIS

“Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanam-mu itu, bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertaqwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah khabar gembira (kepada) orang-orang yang beriman.” – (QS.2:223)

 

Manusia memiliki nafsu yang harus disalurkan dan perasaan ingin dekat dengan lawan jenis.Otak manusia dapat menunjukkan jenis kelamin seseorang apakah pria atau wanita. Jadi, jenis kelamin manusia sebenarnya tidak hanya dapat dilihat dari organ-organ reproduksinya saja.

 

2. PSIKOLOGIS/BATIN

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” – (QS.30:21)

 

Supaya timbul ketenangan (sakinah), ketentraman, dan kedamaian. Hadirnya pasangan hidup akan menimbulkan ketiga rasa tersebut.

 

3. REPRODUKTIF

Melestarikan generasi untuk menghindari kepunahan

 

“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu, yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan, laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah, yang dengan (mempergunakan) nama-Nya, kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya, Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” – (QS.4:1)

Coba kita lihat, di beberapa negara sudah banyak yang tidak mau menikah. Seks bebas di mana-mana. Pasangan gay dan lesbian di

mana-mana.

 

4. SOSIAL KEMASYARAKATAN

Supaya tidak terjadi kekacauan sosial, dekadensi moral, ketidakseimbangan sosial.Pernikahan dianggap penjara bagi penduduk negara-negara modern.

 

5. MENGOKOHKAN DAKWAH DAN PERADABAN

Keluarga mencetak jati diri seseorang.Kepribadian dipengaruhi pola asuh orangtua.Islam akan lebih tegak ketika berkeluarga.

 

6. MENDIDIK KUALITAS MANUSIA

Budaya permisif dan hedonis adalah kualitas yang tidak baik. Supaya tidak terlahir generasi yang lemah.

 

Setelah membicarakan mengapa kita harus menikah dan apa fungsi dari pernikahan, mari kita bahas bagaimana prosesnya.Ada empat tahap dalam proses pernikahan.Yang pertama ialah pemilihan.Dalam tahap ini dibagi menjadi tiga sub tahap. Yaitu, ikhtiar atau berusaha. Bisa mencari sendiri, dibantu mencari, atau minta tolong dicarikan oleh teman, keluarga, guru ngaji, dan lain sebagainya.Setelah menemukan seseorang yang telah dibidik, yang harus dilakukan ialah Istisyarah atau musyawarah. Maksudnya, meminta pendapat dari orang-orang lain, apakah orang tersebut direkomendasikan oleh mereka atau tidak.Mencari pasangan hidup itu lebih kompleks dari memilih baju. Kita kadang memilih baju sampai dua jam, berputar-putar mencari mana yang cocok, ternyata setelah lama… eh malah kembali ke toko yang pertama. Memilih baju saja butuh proses, apalagi memilih pasangan hidup. Musyawarah dilakukan agar keputusan tidak subjektif.Setelah bertanya kepada orang lain, tahap selanjutnya yang harus dilakukan ialah Istikharah. Yaitu bertanya kepada Allah, meminta kemantapan hati, dan berserah diri kepada Allah.

 

Tahap berikutnya ialah taaruf atau perkenalan. Metode yang dilakukan ialah menggunakan perantara. Bertukar biodata, meminta data-data diri calon pasangan. Mulai dari data seperti nama lengkap, alamat, tempat tanggal lahir, suku, hingga hal-hal yang lebih detail seperti visi misi pernikahan, kebaikan, keburukan, apa yang disukai, apa yang tidak disukai, dan lain sebagainya. Mintalah informasi sedetail mungkin kepada calon pasangan. Tidak disyariatkan berapa lama tahap taaruf ini berlangsung. Namun sebaiknya jangan terlalu lama dikarenakan banyak timbul godaan.

 

Setelah dirasa cukup dan ada kecocokan antara kedua belah pihak, lalu dilakukan Khitbah/Peminangan. Dalam tahap ini sang pihak perempuan tidak diperbolehkan menerima pinangan dari pihak lain.

 

Kemudian tahap selanjutnya ialah Akad, lalu Walimatul Ursy/Resepsi.

 

Bagaimana jika pada saat tahap taaruf, tidak ditemukan kecocokan, tidak apa-apa, bisa minta disampaikan oleh sang perantara, atau menyampaikan sendiri. Lalu, silakan berikhtiar lagi mencari yang lain.

 

Ada sebuah pertanyaan, bagaimana jika anak hasil pernikahan kurang berkualitas?

 Allah tidak melihat hasil, namun melihat proses. Jika dalam proses sudah dilakukan dengan baik, namun hasilnya malah seperti itu, anggap saja itu teguran atau peringatan dari Allah agar kita semakin dekat denganNya. Mungkin itu ujian dari Allah. Kita juga harus mengevaluasi pola asuh terhadap anak. Jangan malah saling menyalahkan pasangan. Kesalahan satu pihak adalah kesalahan bersama.

 

Keluarga Ideal

 Apa sih ciri-ciri keluarga ideal?- Terbangunnya kehidupan seimbang dan tenteram Bapak berperan sebagai pencari nafkah. Ibu berperan sebagai pembimbing anak-anak.Selama dua tahun pascakelahiran, anak dan ibu membangun kelekatan melalui proses menyusui. Pemberian susu formula tidak dapat menggantikan pemberian ASI dari sang ibu. Karena dekapan, pandangan, dan sentuhan dari ibu lah yang membangun kelekatan ibu dan anak.-Memahami filosofi dan cita-cita menikah-Produktivitas seperti pohon yang bermanfaat bagi sekitarnya. Janganlah menjadi keluarga yang parasit, merugikan sekitarnya.-Kesabaran masing-masing individu di dalamnya

 

Ancaman Disintegrasi

Disintegrasi dapat timbul dari bahtera yang rusak (faktor internal) dan juga dari gelombang yang terus menerjang (eksternal). Namun kita harus dapat HIDUP BERSAMA GELOMBANG. Bahtera harus terus melaju menuju pantai harapan. Apakah pantai harapan itu? SurgaNya.Solusi mengatasi disintegrasi tersebut ialah:

-Membangun kesolihan kolektif kedua belah pihak

-Membangun komunikasi, komunikasi yang baik ialah tidak terlalu lengket, tetap berikan ruang atau jarak di antara kedua belah pihak

-Memperkokoh ketahanan keluarga-Mesra yang tak berkesudahan, dengan cara tersenyum, tidak perlu marah, wajah yang ceria, berdandan, variasi, serta bercanda.

 

Demikian catatan dari saya. Semoga bermanfaat 🙂

Bagi yang berdomisili di Surabaya maupun non Surabaya, masih bisa ikut komunitas ini, lho 🙂

FB: http://www.facebook.com/To.Be.Wonderful.Wife

Blog: http://tobewow.wordpress.com/

 

Juga ditulis di sini.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: