Untuk Adikku yang Akan Meninggalkan Bangku Sekolah…

Untuk adikku..

Adikku yang cuma satu.

Hai dik, malam ini aku, kakakmu satu-satunya, sedang ingin menghabiskan waktu bersamamu.

Tak terasa, tujuh belas tahun sudah usiamu.

Kita bertumbuh terlalu cepat, ya?

Malam ini kakak ingin menasehatimu.

Namun kakak tahu, kau sedang mengerjakan pekerjaan rumah untuk esok hari.

Tadi aku mampir ke kamarmu dan sengaja melihat apa yang sedang kau kerjakan.

Oh, ternyata kau sedang menulis tentang Fisika.

Kau tak lagi kecil, dik.

Atau aku yang jarang memperhatikanmu hingga tak terasa kini kau sudah hampir meninggalkan bangku sekolah?

Dik, aku ingin memanggilmu dan menasehatimu tentang pengalamanku dulu.

Dulu, ya, dulu..

Saat aku masih berusia 17 dan menjalani Unas.

Kakak ingin berkata beberapa hal…

Kakak tidak ingin kau terperosok dalam kubangan dosa.

Jangan menyontek saat ujian nanti ya.

Buat kakak, lebih baik harus mengulang satu tahun lagi daripada nilai yang tertera di ijazah hanyalah nilai palsu.

Orangtua tak akan bangga dengan nilai palsu.

Dulu nilaiku hanya 48 lebih sedikit dari 60, dik.

Namun aku bangga. Karena aku mengerjakannya sendiri tanpa menyontek.

Biarlah aku tak ranking satu atau sepuluh besar di kelas dan di sekolah.

Biarlah aku mendapatkan nilai yang cukup rendah dibandingkan teman-teman, asalkan itu nilai asli.

Kejujuran akan mengantarkanmu pada kebahagiaan, dik.

Yang kedua, tetaplah belajar dan berdoa.

Gantungkanlah semua harapanmu pada Allah setelah kamu berusaha dengan belajar keras, dik.

InsyaAllah kamu akan mendapatkan hasil yang barakah.

Kakak ingin sekali kau sebagai satu-satunya anak laki-laki mama dan papa, dapat menjadi anak yang soleh.

Jangan lupa tambah solat wajibnya dengan solat sunnah.

Jangan lupa belajar dengan ikhlas, bukan karena terpaksa.

Jangan hanya menghafal, namun memahami.

Semoga usaha dan doamu mendapatkan balasan dari Allah.

Itu saja, dik. Kakak berharap kamu bisa melanjutkan kuliah di kampus yang baik dan sesuai dengan minat bakatmu. Semoga cita-citamu tercapai. Aamiin.

Selamat menikmati bulan-bulan terakhir berseragam putih abu-abu, dik.

Semoga kamu selalu dalam lindungannya.

Selamat tidur….

Kamu pasti lelah setelah mengerjakan tugas.

Surabaya, 10 Februari 2014.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: