Untuk Para Lelakiku di Hujan Bulan Juni

Deras. Pagi ini hujan turun dengan sangat deras. Tiba-tiba. Tanpa permisi ataupun mengatakan selamat pagi. Sementara dua lelakiku masih tertidur pulas di kamar mereka.

Eh, ini hujan bulan Juni pertama kita, kan? Mari kita rayakan.

Di hujan bulan Juni ini, teriring doa untuk kalian berdua, wahai dua pria. Semoga kalian selalu diberkahi oleh yang Maha Esa. Semoga cinta di antara kita bisa saling mengantarkan ke Surga.

Sementara aku termenung sendiri melihat ke luar jendela. Menanti matahari pagi agar kau bisa mendapatkan sinarnya, wahai lelakiku yang kedua.

Aku tahu engkau sangat lelah mengurus kami berdua, wahai lelakiku yang pertama. Peluhmu setiap hari untuk kami membuatku segan terhadapmu. Jadi, kubiarkan saja engkau tidur sejenak untuk kemudian bangun kembali agar bisa bekerja dengan berenergi.

Terima kasih, karena tahun ini, hujan bulan Juni begitu indah kehadirannya. Ia benar-benar ada. Setahun lalu ku hanya menikmatinya berdua saja, dengan lelaki pertama. Namun kini kehadiranmu melengkapi kebahagiaan kami.

Terima kasih, suami dan anakku. Saat ini, semangat terbesarku untuk melanjutkan hidup, bertumpu pada kalian berdua.

Di akhir tulisan ini, teriring doa dariku, semoga hujan bulan Juni ini membawa berkah untuk seluruh umat.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: